Bosch Kuatkan Posisi melalui ‘Teknologi untuk Kehidupan’

Bosch Kuatkan Posisi melalui ‘Teknologi untuk Kehidupan’
Jakarta – TAMBANG. Bosch, perusahaan penyedia layanan dan teknologi global kian memperkuat posisinya di Indonesia. Memperluas jangkauan bisnisnya di Sumatera Selatan dengan membuka kantor penjualan dan pelayanan baru di Palembang pada Juni 2016 ini. Harapannya dengan adanya kantor perwakilan ini, dengan konsumen menjadi lebih dekat dan responsif untuk kebutuhan. Bosch senantiasa mendukung aktivitas para konsumen agar lebih kuat.   Kantor Palembang akan menjadi sentra bagi divisi bisnis Drive and Control yang hadir untuk menjawab peluang industri pertambangan dan pengolahan di wilayah tersebut. Divisi ini menyediakan komponen inovatif, solusi dan layanan sistem yang komplet, yang tersedia dalam portofolio sistem hidrolik hemat energi, electric drives and control, serta teknologi pemandu gerak dan perakitan dari Bosch.   Bosch mengakhiri tahun fiskal 2015 di Indonesia dengan nilai penjualan terkonsolidasi sebesar 1,2 triliun rupiah (81 juta euro). Setelah mengalami pertumbuhan penjualan dua digit yang signifikan – melebihi 40 persen pada 2014, nilai penjualan 2015 mengalami penurunan.   Kondisi ini disebabkan oleh one-off effect pada sektor Mobility Solutions di 2014 lalu serta perkembangan ekonomi saat ini. Seperti yang dijelaskan managing director Bosch Indonesia, Dr. Ralf von Baer, “Meski kondisi ekonomi berjalan kurang dinamis, kami tetap yakin pada kelangsungan bisnis kami di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Meningkatnya daya beli akan memberikan kesempatan kepada Bosch untuk terus bertumbuh, terutama pada bisnis otomotif, security systems, dan power tools”.   Dengan menawarkan beragam teknologi dan layanan yang inovatif beberapa di antaranya, solusi yang dirancang untuk memperpanjang masa pakai dan mendukung performa kendaraan – seperti Advantage Wiper dari divis Automotive Aftermarket. Contoh lain, bor tanpa kabel dari divisi Power Tools, dan oven seri 8 dari BSH (divisi peralatan rumah tangga). “Melalui jajaran produk kami yang dihadirkan sebagai ‘teknologi untuk kehidupan’ (atau ‘invented for life’), kami turut mendukung sebuah perubahan di Indonesia,” ujar Ralf von Baer.   Termasuk kantor penjualan baru di Palembang, Bosch secara total telah mengoperasikan tujuh kantor penjualan di Indonesia, dan diwakili oleh keempat sektor bisnis: Mobility Solutions, Industrial Technology, Consumer Goods, dan Energy and Building Technology. Pabrik manufaktur lokal Bosch untuk komponen otomotif, yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, telah memulai produksinya sejak Juni 2014. Menyesuaikan dengan permintaan konsumen lokal, melakukan pengembangan lebih lanjut adalah menjadi program di tahun-tahun mendatang. Jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh Bosch di Indonesia saat ini lebih dari 220 orang per 31 Desember 2015. Jumlah tersebut termasuk karyawan dari beberapa perusahaan non-konsolidasi.   Berdasarkan hasil kinerja 2015, Grup Bosch bertekad meneruskan tren pertumbuhannya tahun ini. Perusahaan penyedia teknologi dan layanan global terkemuka ini menargetkan pertumbuhan nilai penjualan global sebesar 3 hingga 5 persen (dalam nilai tukar yang telah disesuaikan) selama 2016.   Dalam konferensi pers tahunan Bosch yang berlangsung di Jerman, CEO Grup Bosch Volkmar Denner mengatakan, “Kami berencana untuk terus berkembang, tidak hanya melalui penciptaan produk-produk inovatif, tetapi juga pada penyediaan layanan yang inovatif.” Dalam bisnis konektivitas, Bosch berfokus pada “3S”: sensor, software, dan service. Perusahaan semakin banyak menerapkan layanan terkoneksi untuk membangun fondasi yang luas dalam bisnis hardware.   Dengan demikian, Bosch tidak hanya mendapatkan keuntungan dari diversifikasi teknologi, tetapi juga dari beragamnya sektor industri dan bidang keahlian yang dikuasai. Divisi Bosch Global Service Solutions yang baru dibentuk, Bosch IoT Cloud yang didirikan beberapa waktu lalu, serta Bosch Smart Home System, yang diluncurkan di awal 2016 kemarin, turut memberikan kontribusi pada pelaksanaan strategi ini.   Di Asia Pasifik, penjualan Grup Bosch selama 2015 mengalami peningkatan dengan nilai total 285,5 triliun rupiah (19,2 miliar euro) sehingga mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 17 persen (selisih 2,8 persen setelah penyesuaian nilai tukar). Nilai tersebut menyumbangkan 27 persen dari total pendapatan penjualan Bosch secara global dan menyamai pencapaian penjualan wilayah Asia Pasifik pada tahun sebelumnya (2014).  

Artikel Terkait

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin