Bos Adaro Priyadi Pimpin Tonggak Baru Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia

Bos Adaro Priyadi Pimpin Tonggak Baru Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia
Pandu Patria Sjahrir (kiri) dan Priyadi (kanan) selepas Musyawarah Anggota APBI 2024

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Priyadi resmi terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI). Melalui pemilihan dalam musyawaroh anggota, jebolan teknik tambang Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta itu, menggantikan ketua umum sebelumnya yakni Pandu Patria Sjahrir.

Dalam sambutannya, ia menekankan bakal melakukan konsolidasi internal antarpelaku usaha. Tujuannya untuk bisa saling bersinergi menciptakan operasional pertambangan batu bara yang efisien. Namun pada saat yang sama, kontribusi sektor pertambangan batu bara terhadap negara dapat semakin meningkat.

“Yang akan kami lakukan membawa cita-cita APBI yaitu menjadi organisasi strategis, baik bagi pemerintah maupun perusahan. Supaya bisa membangun industri pertambangan secara efisien untuk tujuan pembangunan nasional. Bagaimana pendapatan negara meningkat tanpa menaikkan produksi,” tegasnya saat dijumpai TAMBANG, Kamis (2/5).

Dalam beberapa tahun terakhir, sambung Priyadi, industri batu bara mengalami fluktuasi harga yang signifikan. Saat pandemi Covid-19 terjadi, harga batu bara sempat anjlok, kemudian melompat drastis hingga mencetak rekor ketiga terjadi konflik antara Rusia-Ukraina.

Meski industri batu bara menenggak untung saat terjadi kondisi krisis. Namun kondisi demikian tidak bisa diandalkan dan tidak dapat diprediksi secara pasti.

Sehingga, pelaku usaha mesti bergerilya mencari cara untuk bisa menciptakan ketahanan dalam berbagai kondisi. Tujuannya agar operasi pertambangan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Yang menjadi catatan, harga itu tidak bisa kita prediksi, di awal  memasuki krisis pandemi yang pertama, harga batu bara langsung turun, tidak disangka ada perang, kita tidak pernah mengharapkan itu, namun kenyataannya harga naik. Bisa dibilang, itu keuntungan yang tidak terencana. Oleh karena itu, ketahanan industri batu bara harus disiapkan dalam segala kondisi,” tegasnya.

Sebagai informasi, selama ini Priyadi tercatat aktif sebagai pengurus APBI. Ia juga terlibat dalam Forum Reklamasi Hutan pada Lahan Bekas Tambang di bawah naungan APBI. 

Adapun secara sepak terjang, Priyadi tercatat berkarir di industri pertambangan batu bara lebih dari 28 tahun. Ia memulai karir profesionalnya di PT Tanito Harum selepas lulus kuliah. Setahun kemudian, ia pindah ke Adaro Indonesia.

Kini, selain menjadi bos Adaro Indonesia, ia juga menduduki sejumlah jabatan penting di berbagai anak usaha Adaro. Misalnya, Priyadi tercatat sebagai Direktur Hubungan Eksternal di perusahaan Adaro Metcoal. 

Artikel Terkait

Hadir di Gerak Hijau 2026, Wamen LH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Bangun Indonesia Lebih Hijau

Hadir di Gerak Hijau 2026, Wamen LH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Bangun Indonesia Lebih Hijau

Jakarta,TAMBANG,- Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Diaz Faisal Malik Hendropriyono turut hadir dalam kegiatan Gerak Hijau 2026. Kehadirannya sekaligus menegaskan dukungan Pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, ini juga menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan pembangunan berkelanjutan tidak hanya mengandalkan peran pemerintah ataupun dunia usaha. Di kesempatan ini Dias

By Egenius Soda
Akhirnya Smelter Tembaga Milik AMMAN Resmi Rampung, Topang Hilirisasi dan Nilai Tambaga Mineral

Akhirnya Smelter Tembaga Milik AMMAN Resmi Rampung, Topang Hilirisasi dan Nilai Tambaga Mineral

Jakarta,TAMBANG,- Tonggak penting kembali berhasil dicatat perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN). Emiten berkode saham AMMAN ini akhirnya mewujudkan transformasi bisnisnya sebagai perusahaan terintegrasi dari penambangan sampai peleburan setelah secara resmi merampungkan proyek pembangunan pabrik smelter tembaga di Kabupaten Sumbawa

By Egenius Soda