Biaya Eksplorasi Insani Baraperkasa US$1,3 Juta

Biaya Eksplorasi Insani Baraperkasa US$1,3 Juta
Jakarta – TAMBANG. Biaya eksplorasi PT Insani Baraperkasa hingga bulan Juli 2015 lalu sudah menyentuh angka US$1,3 juta. Kegiatan eksplorasi anak usaha PT Resource Alam Indonesia, Tbk (IDX: KKGI) itu dilakukan di wilayah tambang yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur.   “Kegiatan eksplorasi pengembangan dikerjakan di area Sub Blok Handil Bakti, dan Sub Blok Manunggal Jaya, serta Sub Blok Tanjung Barokah,” ungkap Lenny SC, Sekretaris Perusahaan Resource Alam Indonesia, dalam laporan eksplorasi bulanan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Selasa (11/8).   Ke depan, perusahaan berencana terus melakukan pemetaan geologi dan pembebasan lahan untuk menetapkan sub blok yang potensial di tambang Blok Loajanan. Sedangkan untuk Blok Separi, rencananya masih terus dipelajari untuk dilakukan pemboran.   “Seluruh blok dalam PKP2B PT Insani Baraperkasa, untuk tahap produksi sudah mendapat persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral,” pungkasnya.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin