Berau Fokus Eksplorasi Hanya di Sambarata

Berau Fokus Eksplorasi Hanya di Sambarata
Jakarta – TAMBANG. PT Berau Coal, anak usaha PT Berau Coal Energy Tbk (IDX: BRAU), pada bulan Juli 2015 memfokuskan kegiatan eksplorasi di Sambarata Blok B East. Biaya yang dihabiskan adalah sekitar US$120 ribu. Secara kumulatif, eksplorasi khusus di blok tersebut sepanjang tahun ini mencapai US$678 ribu, masih di bawah angka US$1,97 juta yang dianggarkan untuk tahun 2015 ini.   Memang secara total Berau sudah menganggarkan total US$5 juta untuk rencana eksplorasi tahun 2015. Ongkos itu dialokasikan untuk mengeksplorasi empat area, yaitu Binungan Blok 8, Sambarata Blok B East, Sambarata Blok B West, dan Punan. Menurut laporan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Selasa (10/8), hingga bulan Juli lalu dana yang sudah terpakai baru sekitar US$1,15 juta.   Sementara untuk eksplorasi Sambarata Blok B East, lokasinya mencakup Kampung Tasuk di Kecamatan Gunung Tabur, Berau, Kalimantan Timur. Aktivitas yang dikerjakan meliputi pemboran geologi dan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.   Kemajuan eksplorasi di area tersebut mencakup pemboran eksplorasi tereka dengan jarak antar baris 300 – 1.000 meter dilakukan dengan memakai 6 mesin bor dan 1 unit alat pencatatan geofisika. Hasilnya asalah 25 lubang berkedalaman total 1.425 meter, dengan analisa sampel batu bara sebanyak 580 lapis.   Selanjutnya, di bulan Agustus ini, Berau sudah merencanakan kegiatan eksplorasi pemboran geologi 35 lubang di di Sambarata Blok B East dengan kedalaman total 3,4000 meter, untuk mendapat sampel analisa batu bara sebanyak 170 lapis. Selain itu di Binungan Blok 1-4 rencananya juga akan diadakan pemboran geoteknik 4 lubang berkedalaman total 400 meter.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin