Begini Kabar Terbaru Hilirisasi  Batu Bara Bumi Resources (BUMI)

hilirisasi bumi
ilustrasi

Jakarta, TAMBANG – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyatakan bahwa program hilirisasi batu bara yang dimandatkan kepada kedua anak usahanya, PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia (Arutmin) terus berjalan. Rencananya, program mandatori tersebut akan menggandeng mitra dari Tiongkok.

“A head of agreement telah ditandatangani dengan mitra Tiongkok,” ungkap Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Dileep Srivastava kepada tambang.co.id, Kamis (12/12).

Dileep menjelaskan, isi perjanjian tersebut belum bisa dipublikasikan ke khalayak umum termasuk Perusahaan Tiongkok yang menjadi mitranya, karena masih dalam tahap pematangan dan kajian. Kedua anak perusahaan BUMI direncanakan mengolah batu bara menjadi chemical atau coal to chemical (CTC).

“Karena perjanjian kerahasiaan, kami tidak dapat mengungkapkan hal yang sama dari pihak tersebut. Diskusi sedang berlangsung mengenai CTC (Coal to Chemical). Banyak bagian yang bergerak,” imbuh Dileep.

Meski begitu, setelah semua perjanjian dan kajian selesai, Dileep menyatakan bahwa perusahaan bakal mengumumkan secara resmi program hilirisasi batu bara ke publik. “Setelah semua perjanjian dan jalan keluar terikat, kami berencana untuk membuat pengumuman resmi pada waktu yang tepat,” jelas Dileep.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menagih proyek hilirisasi batu bara kepada pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Bahlil menyebut, sampai sekarang program hilirisasi batu bara belum kelihatan.

“Saya melihat sampai sekarang (proyek hilirisasi batu bara) belum ada. Hati-hati karena perjanjiannya dengan kalian waktu itu saya yang tandatangani IUP waktu di Kementerian Investasi,” beber Bahlil dalam Minerba Expo di Jakarta, Senin (25/11).

Bahlil mengingatkan pemegang PKP2B agar komitmen melakukan program hilirisasi batu bara karena sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan perpanjangan izin dari pemerintah menjadi IUPK.

“Hati hati yang pemegang PKP2B. Syarat utama PKP2B kita lakukan perpanjangan, salah satu syaratnya adalah harus membangun hilirisasi,” jelas Bahlil.

Proyek hilirisasi batu bara merupakan program yang wajib dilakukan oleh perusahaan batu bara eks PKP2B sebagai persyaratan perpanjangan kontrak menjadi IUPK.

Ada 11 perusahaan yang mendapat mandat ini yaitu PT Adaro Indonesia, PT Kideco Jaya Agung, PT Arutmin Indonesia (Arutmin), PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Multi Harapan Utama (MHU), PT Megah Energi, PT Thriveni, PT Kendilo Coal Indonesia, PT Berau Coal dan PT Kaltim Nusantara Coal. 

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin