Barito Utara Berharap Listrik Surya Bisa Jangkau Penduduk Pedalaman

Barito Utara Berharap Listrik Surya Bisa Jangkau Penduduk Pedalaman

Muara Teweh – TAMBANG. Ribuan warga di 9 kecamatan di pedalaman Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah belum tersambung dengan jaringan listrik PLN. Karenanya, untuk tahun 2015, pemerintah kabupaten setempat mengusulkan pengadaan 133 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Ribuan warga yang tinggal di desa terpencil membutuhkan banyak PLTS. Namun karena keterbatasan anggaran, terpaksa diusulkan ratusan unit dulu,” ungkap Sarwo Mulyo, Kepala Bidang Energi - Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Barito Utara, Senin (15/12), sebagaimana dilansir kantor berita Antara.

Pemanfaatan tenaga sinar matahari untuk listrik di daerah tersebut memang bukan hal baru, karena pengadan PLTS sudah dimulai tahun 2006. Pada tahun 2012 dan 2013, Kabupaten Barito Utara telah menyalurkan masing-masing 300 unit PLTS. Sementara tahun ini, hanya ada 95 unit saja yang bisa disediakan dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kami harapkan tahun depan alokasi PLTS untuk warga bertambah. Karena, sesuai surat dari Gubernur Kalimantan Tengah, minimal 300 unit PLTS dialokasikan oleh kabupaten listrik,” Sarwo menambahkan.

Paket PLTS yang diberikan kepada warga terdiri dari panel surya berkapasitas 50 watt, aki kering berkapasitas 70 ampere, kotak regulator otomatis, serta lampu neon DC 12 volt.

“Ratusan unit itu dipasang untuk rumah tangga, fasilitas pendidikan, dan fasilitas kesehatan di desa terpencil,” jelasnya.

Sarwo menyebut bahwa memang hanya ada satu kecamatan, yaitu Kecamatan Gunung Purei, yang sama sekali belum terjamah listrik PLN. Sementara ini hanya ada listrik pedesaan, yang listriknya dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

“Namun listrik PLN maupun listrik desa hanya menjangkau rumah warga di ibu kota kecamatan. Sedangkan masyarakat yang tidak menikmati listrik masih banyak,” pungkasnya.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin