Baramulti Masih Absen Eksplorasi

Jakarta-TAMBANG. PT Baramulti Suksessarana, Tbk (BSSR) yang memiliki konsesi di Loa Janan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kembali melaporkan pada Bursa Efek Indonesia bahwa tak ada kegiatan pemboran eksplorasi yang dilakukan sepanjang April 2015. Sudah sejak 8 Juli 2013 silam, Baramulti tidak melakukan kegiatan eksplorasi akibat terkendala pembaharuan kontrak dengan pihak kontraktor bor dan kontraktor pencatatan.

Sekretaris Perusahaan Baramulti Suksessarana, Geroad Panji Alamsyah, menuturkan jika kegiatan eksplorasi perseroan lancar, pihaknya melakukan kegiatan pemboran di area Bara 3 atau blok yang paling barat. Dengan target open hole sebanyak 920 titik dan coring sebanyak 80 titik. Menurut rencana, perusahaan akan melakukan pemboran dengan menggunakan dua unit Jacro-175.

"Dari kegiatan ekplorasi yang telah berjalan hingga saat ini di Blok Bara 3, telah dapat diidentifikasi sebanyak 25 seam dengan rata-rata ketebalan yang bervariasi berkisar antara 0,63 meter hingga 2,37 meter. Sejumlah 8 seam potensi telah berhasil diidentifikasi sepanjang arah strike 500 meter hingga 1.800 meter serta memiliki ketebalan rata-rata antara 1 hingga 4 meter, dan kualitas kalori GAR berkisar antara 4.986 kcal per kg hingga 5.708 kcal per kg," jelasnya seperti yang dilansir melalui keterbukaan informasi di BEI, Kamis (7/5).

Sebelumnya, pemboran dilakukan oleh CV Cosyindo Teknik dan pencatatan dilakukan oleh PT Rescalog Geoprima. Namun, kegiatan pemboran masih tertunda dalam rangka pembaruan kontrak dengan kedua kontraktor tersebut.

Geroad menjelaskan, jika pembaruan kontrak pemboran telah rampung, pihaknya akan melanjutkan kegiatan pemboran stratigrafi dan infill drilling di area blok Bara 3. Targetnya, mengejar kemenerusan seam utama ke arah selatan.

Wilayah pertambangan Baramulti sebenarnya dibagi menjadi empat blok. Hingga kini batu bara yang sudah bisa diproduksi baru berasal dari Bara 8 (Blok 8) yang berada di daerah timur. Dijelaskan Geroad, produk batu bara BSSR memiliki spesifikasi nilai kalori rata-rata 5.100 kcal/kg adb dengan total sulfur sebesar 0,51% adb.

Sementara eksplorasi di anak usaha lainnya, yaitu PT Antang Gunung Meratus, selama April 2015, fokus melakukan kegiatan dokumentasi perkembangan harian penambangan, pemantauan keadaan pit penambangan dan measured stratigraphic section di daerah Blok 3 Warute, Tapin, Kalimantan Selatan. Karena tak ada pengeboran sepanjang April 2015 lalu, kegiatan eksplorasi hanya memakan biaya sebesar Rp 7,9 juta dari Rp 334 juta yang sebenarnya dianggarkan.

Artikel Terkait

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Jakarta, TAMBANG - PT Prima Wiguna Parama (Parama Energi) meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan industri energi dan pertambangan tidak hanya dibangun melalui mesin dan infrastruktur, tetapi juga melalui pendidikan tinggi untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Semangat inilah yang mendorong Parama Energi memperkuat akses pendidikan serta pengembangan kapasitas

By Rian Wahyuddin
Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Jakarta, TAMBANG - Setelah menempuh perjalanan panjang melalui medan pegunungan yang menantang, rombongan Ceria Corp akhirnya menjejakkan kaki di Puncak Gunung Mekongga. Tepat pada 17 Agustus 2026, Merah Putih berkibar di ketinggian 2.620 meter di atas permukaan laut (MDPL), menjadi penanda keberhasilan Ekspedisi Gunung Mekongga sekaligus menghadirkan makna tersendiri dalam

By Rian Wahyuddin