Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Bergilir Akibat Kekurangan Batu Bara

Menteri Bahlil membantah bahwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa disebabkan oleh kekurangan pasokan batu bara.

Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Bergilir Akibat Kekurangan Batu Bara
Ilustrasi.

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah bahwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa disebabkan oleh kekurangan pasokan batu bara.

Kata dia, total kebutuhan batu bara untuk memasok PLTU mencapai 154 juta. Kebutuhan tersebut sejatinya sudah terpenuhi melalui melalui penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara nasional melalui Ditjen Minerba, Kementerian ESDM yang mencapai 180-190 juta ton.

"Total kebutuhan batu bara PLN itu 154 juta. Dari 154 juta itu Dirjen Minerba sudah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batubara nasional itu sebesar 180 sampai 190 juta yang sudah dikontrakan 134 juta ton, artinya tinggal sekitar 18 juta kan? Di mananya ada kekurangan,” jelas Bahlil, dikutip dalam keterangan resmi, Senin (22/6).

Karena itu, imbuh Bahlil, insiden pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa bukan bersumber dari sisi hulu, melainkan terkait persoalan teknis pada manajemen logistik PT PLN (Persero).

“Teknisnya, untuk sampai di power plan-nya itu bukan tugas Dirjen Menerba. Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN," imbuh Bahlil.

Pemerintah tegaskan agar PLN segera menuntaskan persoalan teknis yang menyebabkan pemadaman serta memperkuat sistem pengawasan dan mitigasi operasional.

Dengan begitu, layanan listrik kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal, andal, dan memberikan rasa nyaman bagi pelanggan di berbagai daerah

Artikel Terkait

Gunakan Energi Terbarukan di Wilayah Operasi, ANTAM Berhasil Turunkan Konsumsi Energi 59 Persen

Gunakan Energi Terbarukan di Wilayah Operasi, ANTAM Berhasil Turunkan Konsumsi Energi 59 Persen

Jakarta, TAMBANG - PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) berhasil menurunkan konsumsi energi sebesar 59% sepanjang semester I 2026. Hal ini berkat pemanfaatan sumber energi terbarukan di seluruh kegiatan operasional. Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto mengatakan, efisiensi energi menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan

By Rian Wahyuddin