Atlas Resources Hanya Kerjakan Eksplorasi di Ogan Komering Ulu

Jakarta - TAMBANG. PT Atlas Resources, Tbk (ARII) selama bulan Maret 2015 hanya mengerjakan eksplorasi di satu anak usahanya saja, yaitu PT Hanson Energy (Baturaja). Biaya yang telah dikeluarkan untuk eksplorasi anak usaha itu adalah sebesar US$ 78.313.

Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/4), disebutkan bahwa area eksplorasi terletak di Kecamatan Lubuk Batang, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Selain tim pemboran internal Hanson Energy, kegiatan eksplorasi juga melibatkan PT Indonesia Carbon Energy sebagai kontraktor pemboran.

Aktivitas eksplorasi yang dikerjakan meliputi pemboran eksplorasi, perekaman catatan geofisik, serta analisa sampel batu bara di fasilitas milik PT Sucofindo Indonesia di Palembang. Hasilnya adalah 10 lubang pemboran open hole berkedalaman total 1.565,10 meter, 22 lubang pemboran coring berkedalaman total 420,55 meter, serta 4 lubang pemboran geoteknik sedalam 275,36 meter. Perekaman catatan geofisik dilakukan pada 34 lubang bor, dan dilanjutkan analisa batu bara 218 ply sample serta analisa geoteknik 82 ply sample.

Rencana eksplorasi selanjutnya adalah meneruskan pemboran eksplorasi dan pemboran geoteknik, perekaman catatan geofisik, analisa sampel batu bara, serta tes uji sifat mekanik dan fisik batuan untuk analisa geoteknik.

Atlas Resources sebenarnya tercatat memiliki 15 anak usaha pertambangan, yang konsesinya tersebar di seluruh negeri dan dikelompokkan dalam 5 hub. Kelima kelompok tersebut masing-masing adalah Hub Berau dan Hub Kutai Barat di Provinsi Kalimantan Timur, Hub Musi Rawas dan Hub Ogan Komering Ulu di Provinsi Sumatera Selatan, serta Hub Papua di Provinsi Papua.

Untuk ke-14 anak perusahaan selain Hanson Energy, sementara ini Atlas Resources belum memiliki rencana eksplorasi.

Artikel Terkait

Pemerintah Tegaskan Ekspor Mineral Ikutan Tetap Berjalan, Kajian Logam Tanah Jarang Disiapkan

Pemerintah Tegaskan Ekspor Mineral Ikutan Tetap Berjalan, Kajian Logam Tanah Jarang Disiapkan

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan ekspor produk pertambangan beserta turunannya tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku dan tidak dimaksudkan untuk menghambat ekspor mineral ikutan, termasuk potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) yang terkandung dalam komoditas tambang utama. Penegasan tersebut menjadi salah satu hasil rapat koordinasi lintas kementerian yang membahas implementasi

By Rian Wahyuddin