AspenTech Kenalkan Produk Baru Dukung Inisiatif Keberlanjutan dan Keunggulan Operasional

AspenTech Kenalkan Produk Baru Dukung Inisiatif Keberlanjutan dan Keunggulan Operasional

Jakarta, TAMBANG – Aspen Technology, Inc. (NASDAQ:AZPN), perusahaan global dalam perangkat lunak industri, mengumumkan ketersediaan rilis perangkat lunak aspenONE terbaru, V14. Rilis baru ini dinilai menghadirkan kemampuan intelijen dan panduan tingkat lanjut yang dapat meningkatkan pengambilan keputusan serta keunggulan operasional.

Selain itu, V14 juga memungkinkan pelanggan untuk mempercepat proyek keberlanjutan dengan lebih dari 100 model sampel dan mengelola emisi scope 1 dan 2 untuk mengurangi jejak karbon.

“Ini adalah waktu yang kritis bagi perusahaan untuk mengoptimalkan efisiensi dan keberlanjutan di seluruh operasi mereka,” kata David Arbeitel, Senior Vice President of Products at AspenTech melalui keterangan resminya, Kamis (24/11).

“Pelanggan kami diposisikan secara unik untuk mendukung tantangan ganda dalam memenuhi permintaan yang meningkat dari populasi yang berkembang dengan cara yang lebih berkelanjutan. Kemampuan baru di V14 akan membantu pelanggan merampingkan perkembangan ke arah tujuan keberlanjutan dan keunggulan operasional untuk hasil bisnis yang lebih kuat,” sambungnya.

Percepat Kemajuan Menuju Sasaran Net-zero

Adapun aspenONE V14 yang mencakup lebih dari 100 model sampel keberlanjutan itu, berfungsi untuk memulai kemajuan di bidang manajemen emisi, ekonomi hidrogen, penangkapan karbon, sirkularitas material, bahan baku berbasis bio, dan energi terbarukan.

V14 mengotomatiskan pengumpulan data emisi CO2 dari berbagai sumber untuk kepatuhan atau pelaporan dekarbonisasi dan memungkinkan pelanggan untuk membuat model emisi ini dalam misinya untuk mencapai target keberlanjutan.

Mencapai Tingkat Keunggulan Operasional Baru

Nilai utama yang disampaikan oleh rilis V14 adalah peningkatan pengambilan keputusan operasional. Dengan dua penawaran baru – Aspen Virtual Advisor (AVA) untuk DMC3 dan Aspen Unified Reconciliation and Accounting (AURA) – ditambah kapabilitas baru dan beberapa integrasi yang ditingkatkan antara solusi yang sudah ada, rilis baru ini memberikan panduan yang dapat ditindaklanjuti atau kecerdasan tambahan real-time dan memprioritaskan anomali dan peringatan kegagalan berdasarkan tingkat kepelikan dan risiko operasional.

Selain itu, V14 meminimalkan kerugian material dengan keseimbangan massa dan volume yang cepat dan efisien, serta mengevaluasi opsi downtime yang direncanakan untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik yang meminimalkan dampak pada komitmen produksi dan pesanan.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda