Arcandra Tahar Pimpin Peresmian BBM Satu Harga Di Berbagai Daerah
Arcandra menjelaskan bahwa program BBM Satu Harga merupakan implementasi arahan Presiden dan upaya nyata dari Pemerintah untuk mewujudkan sila ke-5 Pancasila.
“Kenapa Kita mencanangkan program BBM Satu Harga, ini sesuai dengan amanat Bapak Presiden di awal pemerintahan, beliau mencanangkan membangun dari pinggiran, salah satu tantangan pembangunan di pinggiran adalah penyediaan sumber energi yang terjangkau untuk seluruh masyarakat,” imbuhnya.
BBM Satu Harga, menurut Arcandra, merupakan sarana untuk menggerakkan ekonomi masyarakat setempat, sehingga akan memberikan multiplier effect terhadap kemandirian ekonomi di daerah.
itu, BBM Satu Harga juga membuktikan negara hadir di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sehingga masyarakat yang mukim di wilayah 3T mendapatkan akses BBM yang sama seperti dengan masyarakat yang tinggal di Pulau-pulau besar seperti Jawa, Bali dan Sumatera.
Sebelumnya, untuk Kepulauan Nias telah dibangun 6 lembaga penyalur BBM Satu Harga, dengan rincian dua penyalur di tahun 2017 dan 4 penyalur di tahun 2018.
Sebagai informasi, secara nasional, dari tahun 2017 sampai akhir 2019 akan dibangun 170 titik penyalur BBM Satu Harga, di mana pada tahun 2017 telah dibangun 57 penyalur dan 74 penyalur telah dibangun di tahun 2018.
Untuk 2019, ditargetkan sebanyak 39 lembaga penyalur akan beroperasi, 38 lembaga penyalur oleh PT Pertamina (Persero) dan satu lembaga penyalur oleh PT AKR Corporindo Tbk. Hingga saat ini penyalur BBM Satu Harga yang telah beroperasi adalah sebanyak 167 penyalur.