MBMA Bukukan Pendapatan Rp24,395 Triliun Sepanjang 2025

Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold, Tbk (MDKA), PT Merdeka Battery Materials, Tbk (MBMA) membukukan pendapatan sebesar USD1,435 miliar atau sekitar Rp24,395 triliun (Kurs Rp.17.000 per USD).

MBMA Bukukan Pendapatan Rp24,395 Triliun Sepanjang 2025
Ilustrasi.

Jakarta, TAMBANG – Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold, Tbk (MDKA), PT Merdeka Battery Materials, Tbk (MBMA) membukukan pendapatan sebesar USD1,435 miliar atau sekitar Rp24,395 triliun (Kurs Rp.17.000 per USD).

Sementara EBITDA perusahaan sebesar USD219 juta atau sekitar Rp3,723 triliun pada tahun 2025.

Capaian ini didukung oleh peningkatan volume produksi nikel serta kontribusi yang solid dari operasi hilir. Kinerja ini mencerminkan ketahanan operasional Perseroan dalam menghadapi dinamika pasar komoditas.

“MBMA membukukan pendapatan sebesar sekitar USD1,435 miliar dan EBITDA sebesar USD219 juta pada FY2025, didukung oleh peningkatan volume produksi nikel serta kontribusi yang solid dari operasi hilir. Kinerja ini mencerminkan ketahanan operasional Perseroan dalam menghadapi dinamika pasar komoditas,” ungkap Management dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (1/4).

MBMA mencatat kemajuan operasional yang kuat di seluruh rantai nilai nikel terintegrasi sepanjang 2025. Tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) menjadi salah satu pendorong utama dengan peningkatan volume produksi yang signifikan, didukung oleh optimalisasi produktivitas dan efisiensi operasional.

“Total produksi bijih saprolit mencapai 7,0 juta wet metric ton (wmt) dan limonit sebesar 14,7 juta wmt yang mendukung kebutuhan bahan baku bagi fasilitas hilir Perseroan serta memperkuat integrasi operasional,” imbuhnya.

Di sisi hilir, Perseroan terus mengembangkan kapasitas pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah. Operasi hilir Perseroan berhasil meningkatkan margin secara tahunan, didukung oleh biaya produksi yang lebih rendah dan peningkatan pasokan bijih internal.

Produksi Nickel Pig Iron (NPI) sebesar 73.871 ton, sementara produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) mencapai sekitar 19.998 ton. Pengembangan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) juga menunjukkan progres positif, dengan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebesar sekitar 25.994 ton.

Selain itu, Proyek Acid Iron Metal (AIM) yang dioperasikan oleh PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), anak usaha MBMA, empat fasilitas pengolahan yang terintegrasi penuh terus menunjukkan perkembangan yang konstruktif dan berada pada jalur yang tepat untuk mencapai produksi penuh.

Di tengah pelemahan harga nikel global sepanjang 2025, MBMA berhasil menjaga kinerja yang resilien melalui kombinasi peningkatan volume, efisiensi operasional, serta optimalisasi integrasi rantai nilai dari tambang hingga produk hilir.

"Perseroan juga secara disiplin mengelola struktur biaya di tengah kenaikan biaya operasional, termasuk dampak implementasi kebijakan bahan bakar biodiesel dan penyesuaian tarif royalti," pungkasnya.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin