Aljazair Lirik Pertamina Kelola Blok Migas

Aljazair Lirik Pertamina Kelola Blok Migas
Jakarta-TAMBANG. PT Pertamina (Persero) mendapat tawaran kerja sama dari Repsol dan Sonatrach. Tawaran itu disampaikan saat Pertamina melakukan kunjungan ke Aljazair.   Tawaran kerjasama itu disampaikan langsung oleh sejumlah petinggi perusahaan migas asal Aljazair seperti Repsol dan Sonatrach  kepada Pertamina. Adapun, kata Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam, kerjasama yang ditawarkan itu meliputi kegiatan usaha migas dari hulu, hilir hingga pengadaan barang dan jasa.   “Minggu lalu, kita melakukan trip ke Repsol, ketemu direktur hulu dan mengenai tawaran cukup banyak. Saat ini masih dalam pembicaraan, Repsol ada aset di Aljazair,” ungkap Syamsu dalam konferensi pers kinerja Semester I Pertamina, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (5/8).   Syamsu menilai kerjasama ini adalah langkah awal yang baik, Apalagi Pertamina memiliki sejumlah perusahaan yang ahli dibidang pengeboran, data dan seismik.  Sehingga memungkinkan Pertamina ekspansi ke Aljazair melalui anak-anak usahanya, seperti Pertamina Drilliing, Elnusa.   Berdasarkan informasi yang dia dapat, Aljazair memiliki 40% kegiatan pengeboran yang belum dieksekusi lantaran kekurangan data awal dan seismik. “Kita memiliki kemampuan memberikan layanan ini. Apalagi kita ada beberapa, Pertamina Drilling Service khusus untuk pengeboran dan Elnusa yang memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan seismik,” ucap Syamsu.   Tidak hanya sekedar tawaran, Syamsu mengaku, kalau Aljazair juga menawarkan kegiatan melakukan studi banding kegiatan offshore dengan Pertamina. Sejauh ini, sambung Syamsu, Pertamina masih terus melakukan kajian terhadap ajakan kerjasama tersebut.  

Artikel Terkait

Pemerintah Tegaskan Ekspor Mineral Ikutan Tetap Berjalan, Kajian Logam Tanah Jarang Disiapkan

Pemerintah Tegaskan Ekspor Mineral Ikutan Tetap Berjalan, Kajian Logam Tanah Jarang Disiapkan

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan ekspor produk pertambangan beserta turunannya tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku dan tidak dimaksudkan untuk menghambat ekspor mineral ikutan, termasuk potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) yang terkandung dalam komoditas tambang utama. Penegasan tersebut menjadi salah satu hasil rapat koordinasi lintas kementerian yang membahas implementasi

By Rian Wahyuddin