Abu Batu Bara PLTU Paiton Dimanfaatkan Untuk Konstruksi

Jakarta-TAMBANG. Anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yaitu PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) berhasil memanfaatkan abu batu bara menjadi bahan baku konstruksi. Direktur Pengambangan dan Niaga PJB, Muljo Adji AG mengatakan sejauh ini pihaknya telah memanfaatkan abu batu bara dari PLTU Paiton 1 dan 2. Dua pembangkit yang berkapasitas 800 Megawatt tersebut menghasilkan 1,2 ton abu batu bara dari 1,2 juta ton batu bara per tahunnya. “Pengoperasian PLTU tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi menyangkut masalah lingkungan dan keselamatan kerja,” ungkapnya, Selasa (1/1). Manajer Lingkungan PJB, Arjun Karim menambahkan abu batu bara dari PLTU Paiton 1 dan 2 seluruhnya sudah diserap untuk dijadikan bahan baku konstruksi. Tidak ada skema jual beli dengan perusahaan semen yang memanfaatkan abu tersebut. “Ini zero cost. Yang sudah dimanfaatkan 100% itu fly ash (abu terbang), sementara bottom ash (abu mengendap) belum masih landfill,” jelasnya. Sejauh ini, baru PLTU Paiton 1 dan 2 yang sudah mengolah abu batu bara menjadi bahan baku konstruksi. Sayangnya hal ini belum menular kepada pembangkit lainnya yang dioperasikan PJB.

Artikel Terkait

United Tractors Borong 5 Penghargaan Eco-Tech Pioneer and Sustainability Awards 2026

United Tractors Borong 5 Penghargaan Eco-Tech Pioneer and Sustainability Awards 2026

Jakarta, TAMBANG - PT United Tractors Tbk (UT) menerima 5 penghargaan dalam ajang Eco-Tech Pioneer and Sustainability Awards (EPSA) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah. Penghargaan ini diberikan atas berbagai inisiatif UT dalam mendorong inovasi, menjaga lingkungan, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat. Adapun lima penghargaan yang

By Rian Wahyuddin
ASPEBINDO Dorong Kolaborasi Percepat Pengembangan Bioenergi di Indonesia

ASPEBINDO Dorong Kolaborasi Percepat Pengembangan Bioenergi di Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Asosiasi Pengusaha Batubara dan Energi Indonesia (ASPEBINDO) mendorong penguatan jejaring dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pengembangan bioenergi di Indonesia. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus yang mengemuka dalam Bioenergy Summit 2026 yang digelar ASPEBINDO, Rabu (26/8). Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira mengatakan, pengembangan energi terbarukan membutuhkan sinergi

By Rian Wahyuddin