Dukung Hilirisasi Nikel dan Ekosistem EV di Indonesia, CNGR Investasi Rp 77 Triliun

Dukung Hilirisasi Nikel dan Ekosistem EV di Indonesia, CNGR Investasi Rp 77 Triliun

Jakarta, TAMBANG – CNGR New Energy Materials Co., Ltd, produsen prekursor ternary dari Tiongkok menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Forum Investasi B20, di Nusa Dua Convention Center Bali, Jumat (11/11).

Dijelaskan, kesepakatan ini untuk mendukung hilirisasi nikel dan ekosistem kendaraan listrik (electic vehicle/EV) di dalam negeri. Sinergi tersebut merupakan langkah awal dari perjanjian kerja sama proyek jangka panjang dengan total investasi USD5 miliar atau Rp77 triliun (Rp15.400 dengan kurs).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama BKPM, Ikmal Lukman dan Ketua CNGR Advanced Material Co Ltd, Deng Weiming.

Menteri Penanaman Modal/BKPM Bahlil Lahadalia yang menyaksikan penandatanganan tersebut menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk mensukseskan EV Ecosystem Programme.

“Indonesia secara konsisten melakukan transformasi ekonomi melalui hilirisasi, karena reformasi melalui UU Cipta Kerja. Semua perizinan saat ini terpusat pada sistem online single submission (OSS) berbasis risiko,” kata Bahlil dalam keterangannya, dikutip Senin (14/11).

Dalam MoU tersebut, Kementerian Investasi/BKPM bertanggung jawab untuk membantu CNGR dalam memperoleh semua izin proyek dan insentif investasi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Sebelumnya, CNGR juga melakukan kerja sama dengan PT Aneka Tambang (Antam) untuk pembangunan dan pengembangan proyek Kawasan Industri bersama. Perjanjian tersebut dilakukan pada awal Agustus kemarin.

Sinergi dengan Antam ini akan mengadopsi teknologi terbaru pembangunan lini produksi nikel yang berkomitmen pada pengurangan karbon dan green development.

Artikel Terkait

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Jakarta,TAMBANG,- Sektor pertambangan Indonesia diperkirakan masih akan mengalami dinamika. Secara keseluruhan tahun 2026 sektor ini akan mengalami tekanan baik dari internal yakni dalam negeri maupun situasi gobal. Tenaga Ahli Profesional Kekayaan Alam, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) menjelaskan sektor tambang akan mengalami koreksi di paruh pertama tahun ini. Kemudian

By Egenius Soda
Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan, energi, konstruksi, hingga migas sedang menghadapi sejumlah tantangan operasional. Di tengah kebutuhan produksi yang tinggi, perusahaan juga dituntut untuk menjaga efisiensi, mengurangi downtime, dan memastikan alat berat tetap bekerja secara optimal. Salah satu faktor yang sering luput diperhatikan adalah kualitas bahan bakar. Dalam penggunaan mesin

By Egenius Soda