Harga Acuan Batubara Bulan Maret Naik Tipis 0,28%

Harga Acuan Batubara Bulan Maret Naik Tipis 0,28%
Mengatur batu bara untuk pembangkit. Sumber: acedmagazine.com
Jakarta,TAMBANG. Kementrian ESDM telah mengumumkan Harga Batubara Acuan (HBA)  bulan Maret 2020. Dibanding harga rata-rata bulan lalu terjadi kenaikan tipis. “Harga Batubara Acuan Maret 2020 ini naik tipis, hanya sekitar 0,28%. Kenaikan ini karena tambang belum beroperasi pasca imlek dan merebaknya virus korona, sehingga pasokan turun. Di sisi lain permintaan dari Jepang, India dan Korea mengalami kenaikan,” terang Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementrian ESDM, Agung Pribadi.   Harga jual pasar untuk komoditas batubara (Harga Batubara Acuan/HBA) bulan Maret 2020 sebesar US$67,08 per ton. Dibanding bulan Februari terjadi kenaikan tipis sebesar USD 0,19 per ton. HBA Februari ada di USD 66,89 per ton.   Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batubara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda