2019, Timah Target Capai Laba Bersih Rp1,2 Triliun

2019, Timah Target Capai Laba Bersih Rp1,2 Triliun
RUPS Tahunan PT Timah Tbk
Jakarta,TAMBANG- PT Timah Tbk (TINS) menargetkan laba bersih di tahun 2019 sebesar Rp 1,2 triliun. Target laba tersebut mempertimbangkan target penjualan yang diprediksi akan cukup bagus.   Direktur Utama PT Timah Tbk, M Riza Pahlevi Tabrano mengungkapkan, managemen optimis kinerja PT Timah pada tahun 2019 akan meningkat seiring dengan membaiknya tata kelola pertimahan di Indonesia.   “Terutama dengan dukungan regulasi dari pemerintah,” ungfkap Riza dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Pullman Jakarta, Selasa (23/4).   Untuk mencapai target, Timah merancang sejumlah strategi. Pertama, meningkatkan cadangan timah yang ada di Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan memfokuskan aktivitas penambangan di lokasi yang cadangannya relatif mudah.   Kedua, mempercepat produksi bijih timah menjadi logam melalui peningkatan kapasitas, produktivitas, efektivitas, dan efisiensi di seluruh mata rantai yang ada.   Ketiga, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas penjualan kepada target market dunia potensial.   Keempat, meningkatkan besar modal kerja yang murah untuk menunjang keseluruhan aktivitas operasional bisnis. Kelima, peningkatan kapasitas human capital. Keenam, sinergi bisnis dan operasi dengan sesama anggota holding pertambangan dan anak perusahaan.   Dalam hal produksi logam, TINS juga meningkatkan kapasitas washing plant untuk dapat menampung bijih timah dari pertambangan rakyat. TINS juga akan meningkatkan cadangan dari tambang milik mereka.   “Per Oktober 2018 yang lalu tercatat total cadangan aluvial TINS sebesar 415.358 ton atau masih bisa bertahan sampai 10 tahun ke depan,” lanjut Riza.  

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda