2017, Elnusa Raup Laba Bersih Rp247 Miliar

2017, Elnusa Raup Laba Bersih Rp247 Miliar
Jakarta, TAMBANG – PT Elnusa Tbk (Elnusa), berhasil mendongkrak kinerja dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,9 triliun dan laba bersih Rp247 miliar. Hal ini jauh meningkat bila dibandingkan dengan capaian semester I-2017 yang mencatatkan pendapatan usaha Rp1,9 trilun dan laba bersih Rp14,4 miliar.   “Langkah strategis yang kami lakukan akhirnya membuahkan hasil positif. Percepatan kinerja operasi dan diversifikasi portofolio berhasil membuat pendapatan usaha tumbuh signifikan sebesar 37,5% dibandingkan tahun 2016 dan mencapai 124% dari target perusahaan. Pendapatan usaha tahun ini juga tercatat sebagai rekor tertinggi yang pernah dicapai Elnusa,” kata Direktur Keuangan Elnusa, Budi Rahardjo, dalam keterangan resminya, Selasa (20/2).   Perbaikan kinerja pada bidang jasa hulu migas dilakukan dengan dikebutnya pengerjaan survei seismik darat, penyelesaian pekerjaan seismik laut dan oilfield services serta peningkatan bisnis berbasis nonaset jasa Engineering, Procurement, Construction – Operation & Maintenance (EPC-OM) dengan kontrak-kontraknya yang berdurasi panjang.   Selain itu, strategi bisnis lain adalah dengan menggenjot kinerja portofolio yang dimiliki terutama pada segmen hilir migas. Usaha tersebut membuahkan hasil yang sangat memuaskan dengan tercapainya kontribusi segmen hilir migas sebesar 50 persen dari total pendapatan konsolidasi yang diperoleh Elnusa pada 2017.   “Untuk jasa hilir migas, peningkatan kinerja yang disebabkan oleh naiknya volume thruput terjadi di hampir semua unit usaha baik transportasi BBM, manajemen depo maupun bisnis perdagangan BBM industri marine. Harga minyak dan program distribusi BBM satu harga Pemerintah turut meningkatkan geliat aktivitas pasar. Peluang ini yang kami tangkap dan akselerasikan kinerjanya sehingga menopang kerja perusahaan secara signifikan,” tegas Budi.   Berbagai strategi untuk memperbaiki kinerja 2017 tersebut telah mendorong Elnusa menghasilkan laba bersih Rp247 miliar yang meskipun lebih rendah 20,5 persen dibanding tahun sebelumnya, namun tetap tergolong baik ditengah dinamika industri saat ini.    

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda