Wakili Indonesia, Garuda Mine Rescue Team Siap Berlaga di IMRC 2026 Zambia

Indonesia siap berlaga dalam ajang International Mine Rescue Competition (IMRC) 2026 yang digelar di Zambia dengan mengirim Garuda Mine Rescue Team sebagai wakil nasional.

Wakili Indonesia, Garuda Mine Rescue Team Siap Berlaga di IMRC 2026 Zambia

Jakarta, TAMBANG — Indonesia siap berlaga dalam ajang International Mine Rescue Competition (IMRC) 2026 yang digelar di Zambia dengan mengirim Garuda Mine Rescue Team sebagai wakil nasional. Kompetisi akan berlangsung 28 April sampai 4 Mei 2026 di Copperbelt & Northwestern Provinces.

Garuda Mine Rescue Team (GMRT) adalah sebuah tim nasional mine rescue yang dipersiapkan secara intensif oleh Perhimpunan Tanggap Darurat Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (PERTAPINDO).

Ketua Umum PERTAPINDO, Sri Raharjo menegaskan bahwa tujuan utama keikutsertaan bukan hanya kompetisi semata, tetapi juga pertukaran pengetahuan, benchmarking internasional, dan adaptasi standar global ke dalam praktik tanggap darurat di Indonesia.

“Partisipasi GMRT pada IMRC 2026 adalah momentum penting dalam perjalanan Indonesia memajukan kesiapsiagaan dan respons tanggap darurat pertambangan. Kompetisi ini memberi ruang belajar dari tim-tim terbaik dunia sekaligus menunjukkan kesiapan Indonesia di panggung global,” ujar Sri Raharjo dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (5/2).

Selain aspek kompetisi, IMRC 2026 juga menjadi platform penting untuk membangun jejaring antarnegara dalam peningkatan keselamatan dan teknologi mine rescue. Keberadaan GMRT di Zambia memperkuat komitmen Indonesia terhadap keselamatan kerja serta upaya terus menerus dalam mengembangkan sistem mine rescue yang profesional dan berstandar internasional.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, Garuda Mine Rescue Team diharapkan mampu tampil kompetitif sekaligus membawa pengalaman berharga yang bermanfaat untuk peningkatan kapabilitas nasional di bidang tanggap darurat pertambangan.

International Mine Rescue Competition 2026 menjadi ajang bergengsi tingkat dunia di mana tim-tim dari seluruh dunia saling mengukur kemampuan dalam simulasi darurat pertambangan yang realistis dan menantang.

Kompetisi tersebut diadakan di beberapa lokasi utama di Zambia — termasuk Mopani Central Training Centre (MCTC) di Mufulira dan First Quantum Minerals’ Kansanshi Copper Mine di Solwezi — menjadikan Zambia tuan rumah pertama dari benua Afrika untuk event ini.

Penyelenggara IMRC 2026 menyebutkan bahwa sudah 25 tim mine rescue dari 9 negara telah terdaftar sebagai peserta dengan total pengunjung diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang profesional, termasuk kompetitor, juri, dan delegasi pendukung.

Data ini menunjukkan skala besar acara serta keberagaman keterlibatan negara di sektor keselamatan pertambangan. Sedangkan jenis lomba yang akan dipertandingkan adalah: Underground Mine Rescue Simulation, First Aid Simulation, Firefighting Simulation, Bench Test Simulation, Team Relay Race dan High Angle Rope Rescue Simulation.

Garuda Mine Rescue Team (GMRT) telah melalui proses seleksi dan beranggotakan 18 orang peserta terbaik yang berasal dari berbagai perusahaan dan instansi terkait, yaitu Tim yang bertanding dari PT Adaro Indonesia (1 orang), PT Aneka Tambang Tbk. (3 orang), PT Bumi Suksesindo (3 orang).

Kemudian dari PT Borneo Indobara (1 orang), PT Kalimantan Prima Persada (1 orang), Tim Juri Lomba dari PT Paiton ENergy (1 orang), PT Pertamina Hulu Mahakam (1 orang), BASARNAS (1 orang) dan Official dari PERTAPINDO (2 orang), PT Aneka Tambang Tbk. (1orang). PT Merdeka Copper Gold (1 orang), PT Ganda Alam Makmur (1 orang) dan dari PT Bumi Suksesindo (1 orang).

Sementara itu, Pemusatan Latihan Nasional (PELATNAS) akan diselenggarakan sejak 4 sampai  21 April 2026 bertempat di training ground tambang milik PT Bumi Suksesindo, Banyuwangi untuk menjalani pelatihan yang ketat dalam menghadapi berbagai tantangan teknis di IMRC 2026. Persiapan ini mencakup pembinaan kemampuan taktis, keterampilan teknis penyelamatan, serta simulasi skenario darurat yang mencerminkan kondisi nyata di bawah tanah.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin