Beranda Lingkungan Usung Program Pendukung Asta Cita, Pertagas Sabet Tiga PROPER Emas

Usung Program Pendukung Asta Cita, Pertagas Sabet Tiga PROPER Emas

Pertagas Proper

Jakarta, TAMBANGPT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, berhasil meraih tiga penghargaan Emas Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) Tahun 2024 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan diumumkan pada Senin (24/2).

Selain berhasil mempertahankan PROPER Emas yang diraih pada Tahun 2023 oleh Operation West Java Area (OWJA) dan Operation Kalimantan Area (OKA), Pertagas pada tahun ini berhasil menambah satu penghargaan PROPER Emas melalui Operation South Sumatera Area (OSSA) dan mempertahankan kinerja baik satu PROPER Hijau melalui Operation East Java Area (OEJA).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup atau PROPER merupakan salah satu instrumen kebijakan insentif dan atau disinsentif reputasi dan penghargaa yang dikembangkan kementerian lingkungan hidup untuk mendorong ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup.

Sulap Serai Wangi Jadi Bioaditif, Arutmin Indonesia Raih PROPER Emas dari KLH 2024

Dalam PROPER dilakukan evaluasi kinerja penanggung jawab usaha dana tau kegiatan dibidang pengelolaan lingkungan hidup dan hasil ini dievaluasi Berdasarkan hasil evaluasi tingkat ketaatan yang dilakukan terhadap 4.495 perusahaan peserta PROPER tahun 2023-2024, maka untuk peringkat PROPER emas disematkan kepada 85 perusahaan, hijau pada 227 perusahaan, biru pada 2.649 perusahaan, merah pada 1.313 perusahaan dan hitam sejumlah 16 perusahaan.

“Melihat capaian dan komitmen dunia usaha ini, kita semua optimistis bahwa perbaikan kualitas lingkungan hidup di Indonesia akan dilakukan lebih baik lagi, meskipun kita juga harus akui bahwa tantangan global terkait pencemaran lingkungan hidup di Indonesia di masa datang tidaklah menjadi ringan,” ujar Hanif saat memberikan sambutan.

Pertagas meraih 4 penghargaan dari KLH berkat komitmennya dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasionalnya, khususnya dalam upaya pengelolaan lingkungan yang baik dan memberi dampak positif pada masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Corporate Secretary Pertamina Gas Sulthani Adil Mangatur, mengatakan melalui pendekatan yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan dan ekonomi sirkuler, Pertagas memastikan bahwa setiap aktivitas bisnis tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dalam upayanya menjalankan tanggung jawab sosial, Pertagas memahami bahwa keberlanjutan operasional perusahaan tak lepas dari tantangan lingkungan yang lebih luas.

Dampak perubahan iklim yang semakin terasa menambah tantangan baru bagi Masyarakat di wilayah bufferzone perusahaan, terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan akses terhadap sumber daya alam yang memadai.

“Pertagas berfokus pada pengembangan program-program pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan swasembada pangan, keberlanjutan lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Sulthani, Rabu (26/2).

Pertagas telah merangkul 27 kelompok masyarakat dengan 32.672 masyarakat dari kelompok rentan sebagai penerima manfaat melalui program Perkasa Bumiku di Jawa Barat yang diusung OWJA, Permata Borneo di Kalimatan Timur oleh OKA, Pusaka Tirta di Sumatera Selatan oleh OSSA dan Simfoni Kidung Tanggulangin di Jawa Timur oleh OEJA.Melalui narasi yang bertajuk “Mengalirkan Energi, Mewujudkan Pangan Mandiri”, program – program pemberdayaan masyarakat Pertagas sejalan dengan prioritas pemerintah Indonesia dalam Asta Cita.

Program prioritas tersebut diantaranya, pertama, mendorong kemandirian pangan dan ekonomi desa. Kedua, menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan. Ketiga, membangun pemerataan ekonomi dari desa. Dan keempat, harmonisasi alam dan budaya.

Menurut Sulthani, program “Mengalirkan Energi, Mewujudkan Pangan Mandiri” merupakan wujud nyata komitmen Pertagas dalam mendukung Asta Cita sebagai prioritas pemerintah Indonesia. Pertagas, kata dia, ingin memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dengan menyediakan energi bersih yang mendukung pertanian mandiri.

“Program ini tidak hanya menciptakan peluang kerja dan kewirausahaan, tetapi juga mencerminkan komitmen Pertagas untuk berkontribusi pada ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat dan lingkungan,” kata Sulthani.

Melalui berbagai program CSR di wilayah – wilayah operasinya, Pertagas terus menunjukkan bahwa solusi keberlanjutan terbaik adalah yang lahir dari kolaborasi bersama masyarakat. Komitmen Pertagas dalam Mengalirkan Energi, Mewujudkan Pangan Mandiri, membawa semangat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim, sekaligus mendukung Asta Cita sebagai program prioritas nasional dalam mewujudkan swasembada pangan, peningkatan ekonomi lokal, serta harmoni kehidupan dengan alam dan budaya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini