Tugu Pratama Raih Peringkat A-

Jakarta-TAMBANG.Anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bisnis asuransi PT Tugu Pratama Indonesia (TPI) mendapatkan peringkat A- (Excellent) untuk Financial Strength Rating dan “a-” untuk Long Term Issuer Credit. Pemeringkatan yang dilakukan oleh A.M. Best, perusahaan rating internasional khusus perusahaan asuransi global berkedudukan di Amerika Serikat ini menempatkan TPI sebagai satu-satunya perusahaan nasional yang mendapatkan peringkat rating A-. “Rating tersebut mencerminkan profil bisnis TPI yang baik, kinerja operasional yang kuat, dengan risiko kredit yang sangat baik. Pertamina sebagai induk usaha tentu saja sangat bangga atas hasil pemeringkatan ini karena TPI menjadi satu-satunya perusahaan nasional yang memperoleh rating A-,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro. Pertamina mengendalikan 65% saham TPI yang didirikan pada 1981 untuk memenuhi kebutuhan pasar asuransi di sektor minyak dan gas bumi di Indonesia. Selain tumbuh bersama Pertamina yang menjadi pasar captive TPI, dalam beberapa tahun terakhir TPI juga memperkuat rekam jejaknya pada segmen asuransi komersial non life lainnya, seperti aviasi, engineering, dan properti. TPI memiliki profit margin yang baik, dimana laba usahanya meningkat tajam karena dipicu oleh hasil dari portofolio investasinya yang besar. Neraca yang kuat merupakan faktor lain yang mendukung diraihnya peringkat rating ini.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda