Topang Ketahanan Energi Sektor Kelistrikan, PLN EPI Kukuhkan Peran LNG

Topang Ketahanan Energi Sektor Kelistrikan, PLN EPI Kukuhkan Peran LNG
Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero) sekaligus PLH Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan pertumbuhan kebutuhan gas didorong oleh meningkatnya konsumsi listrik akibat ekspansi sektor industri, elektrifikasi transportasi, berkembangnya kawasan ekonomi baru, serta meningkatnya kebutuhan data center yang dalam lima tahun mendatang diperkirakan membutuhkan tambahan listrik sekitar 15 GW.

Jakarta,TAMBANG,- Ketahanan energi menjadi salah satu yang sangat penting ditengah ketidakpastian geopolitik dunia. Setidaknya ada tiga hal penting dalam hal energi yakni ketahanan energi, energy sustainability dan affordability. LNG menjadi salah satu sumber energi andalan. LNG memiliki keunggulan selain bersumber dari dalam negeri juga merupakan energi fosil paling bersih. Dengan keunggulan yang demikian, LNG akan berperan penting untuk mendukung ketahanan energi dan transisi energi terutama untuk kelistrikan nasional.

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero) sekaligus Pelaksana Harian Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Rakhmad Dewanto, menegaskan pertumbuhan kebutuhan gas didorong oleh meningkatnya konsumsi listrik akibat ekspansi sektor industri. Pertumbuhan juga karena elektrifikasi transportasi dan berkembangnya kawasan ekonomi baru.

Kebutuhan energi juga naik karena meningkatnya kebutuhan pusat data (data center) yang dalam lima tahun mendatang diperkirakan membutuhkan tambahan listrik sekitar 15 gigawatt.

"Permintaan listrik Indonesia akan terus meningkat. Karena itu kita membutuhkan pasokan energi yang aman, andal, dan fleksibel. Dalam konteks tersebut, gas tidak hanya berperan sebagai energi transisi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan nasional," ujar Rakhmad saat menyampaikan paparannya dalam Acara The 5th IndoPACIFIC LNG Summit 2026 di Intercontinental Resort Jimbaran, Bali.

Menurut Rakhmad, kebutuhan energi primer nasional diproyeksikan meningkat sekitar 2 persen per tahun. Sementarapermintaan listrik tumbuh lebih tinggi yakni 4,6–5,4 persen per tahun. Kondisi tersebut menuntut ketersediaan pasokan gas dan LNG yang semakin andal untuk menjaga fleksibilitas sistem tenaga listrik di tengah sekaligus mendukung peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan.

Dalam RUPTL 2025–2034, produksi listrik nasional diproyeksikan meningkat dari 304,4 TWh menjadi 584,3 TWh. Pada saat yang sama, porsi pembangkit berbasis batu bara menurun menjadi sekitar 47 persen, sementara kontribusi energi baru terbarukan meningkat hingga 33 persen. Dalam kondisi tersebut, LNG tetap menjadi energi penyeimbang (balancing fuel) yang mampu menjaga keandalan sistem ketika pembangkit berbasis surya maupun angin mengalami fluktuasi.

PT PLN (Persero) memproyeksikan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik nasional akan tumbuh rata-rata sekitar 4,5 persen per tahun, dari 1.748 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) pada 2026 menjadi hampir 2.490 BBTUD pada 2034. Seiring pertumbuhan tersebut, porsi Liquefied Natural Gas (LNG) dalam pasokan gas PLN diperkirakan meningkat dari 57 persen menjadi 67 persen, mempertegas peran LNG sebagai tulang punggung keandalan sistem kelistrikan sekaligus penopang transisi energi nasional.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, PLN EPI memperkuat pengamanan pasokan melalui kontrak gas dan LNG jangka panjang bersama West Natuna Exploration Limited (WNEL), Mubadala Energy, INPEX, dan South Hub. Kerja sama tersebut mencakup pasokan gas hingga 300 BBTUD dan kontrak LNG lebih dari 49 juta ton, sehingga memberikan kepastian pasokan energi primer bagi sistem kelistrikan nasional dalam jangka panjang.

Selain mengamankan pasokan, PLN juga mempercepat pembangunan infrastruktur LNG nasional melalui pengembangan FSRU di Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Cilegon, pembangunan klaster gasifikasi di Indonesia Timur, serta peningkatan kapasitas penyimpanan LNG nasional menjadi sekitar 1,2 juta meter kubik dengan kapasitas regasifikasi mencapai 3.850 MMSCFD. Infrastruktur tersebut dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas distribusi LNG sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok energi di tengah dinamika geopolitik global.

"Kita tetap mendorong peningkatan energi baru dan terbarukan. Namun sistem kelistrikan juga harus tetap andal. Di sinilah gas memiliki peran strategis untuk menjaga keseimbangan antara keamanan energi, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan," tandas Rakhmad.

Melalui penguatan kontrak pasokan jangka panjang, percepatan pembangunan infrastruktur LNG, dan diversifikasi rantai pasok energi primer, PLN terus membangun sistem energi yang semakin tangguh, fleksibel, dan berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan energi nasional, mempercepat integrasi energi baru terbarukan, serta mendukung implementasi prinsip ESG dan pencapaian target Net Zero Emissions Indonesia.

Artikel Terkait

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas  300 Metrik Ton Per Hari

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas 300 Metrik Ton Per Hari

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA) mendukung PT Kaltim Parna Industri (KPI) dalam pembangunan fasilitas pencairan karbon dioksida (COâ‚‚) di Bontang, Kalimantan Timur. Fasilitas ini diresmikan pada 22 Oktober 2026 yang memiliki kapasitas desain sebesar 300 metrik ton per hari. TRIPATRA menjalankan

By Egenius Soda
PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Minerba Convex 2026 Perkuat Kolaborasi, Tata Kelola Tambang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Minerba Convex 2026 Perkuat Kolaborasi, Tata Kelola Tambang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, TAMBANG — Sebanyak 18 asosiasi subsektor industri pertambangan mineral dan batu bara bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggelar Minerba Convention and Expo (Convex) 2026 pada 2–3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Minerba Convex 2026 akan dibuka secara

By Rian Wahyuddin
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin