Tongkang Bermuatan 8.000 Ton Batu Bara Didamparkan di Perairan Pangandaran

Kapal tongkang bermuatan 8.000 ton batu bara sengaja didamparkan di Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Selasa (17/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Tongkang Bermuatan 8.000 Ton Batu Bara Didamparkan di Perairan Pangandaran
Foto: Tangkapan layar Instagram Polres Pangandaran.

Jakarta, TAMBANG – Kapal tongkang bermuatan 8.000 ton batu bara sengaja didamparkan di Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Selasa (17/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M. Anang Tri Sodikin menyatakan pendamparan ini sengaja dilakukan sebagai langkah darurat untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar terhadap keselamatan pelayaran maupun lingkungan laut.

“Keputusan pendamparan dilakukan secara terkoordinasi bersama kepolisian dan instansi terkait guna menghindari kemungkinan tongkang tenggelam di tengah laut serta mencegah potensi pencemaran lingkungan perairan,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (19/9).

Berdasarkan hasil pemeriksaan Sat Polairud Polres Pangandaran, pada Senin (16/6/2026), tongkang yang tengah berlayar dari Palembang menuju Cilacap itu dilaporkan mengalami kerusakan pada pintu lambung sebelah kanan.

Kerusakan tersebut menyebabkan air laut masuk ke dalam badan kapal, sehingga tongkang menjadi miring dan kehilangan stabilitas.

“Tongkang tersebut diduga mengalami kerusakan dan kemasukan air laut hingga miring sehingga sengaja didamparkan,” imbuhnya.

Polres Pangandaran bersama TNI AL dan unsur terkait terus melakukan pengamanan, pengawasan, serta patroli di sekitar lokasi untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses evakuasi berlangsung.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan penjarahan muatan maupun tindakan yang dapat mengganggu atau mengancam keselamatan awak kapal. Kerja sama seluruh pihak sangat diperlukan agar proses penanganan dan evakuasi dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin