Tok, Ahmad Sagito Terpilih Jadi Sekjen Perhimpunan Mahasiswa Pertambangan Indonesia (Permata) Periode 2024-2025

Sekjen Permata Indonesia
Ahmad Sagito, Sekjen Permata Indonesia terpilh periode 2024-2025 berdasarkan Munas ke- XII di Unisba, Bandung.

Jakarta, TAMBANG – Ahmad Sagito resmi terpilih sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Mahasiswa Pertambangan Indonesia (Permata Indonesia) periode 2024-2025. Keputusan ini ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-XII yang digelar di Kampus II Universitas Islam Bandung (Unisba), Bandung.

Mahasiswa asal Buton Utara itu menggantikan M Arsyad Hanafi yang menjabat sejak tahun 2021-2023. Ahmad Sagito sendiri merupakan kader HMTP FTI, Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebagai Sekjen terpilih, Ahmad Sagito berkomitmen membawa Permata Indonesia  ke kancah nasional maupun internasional. Ini sesuai dengan visinya yaitu Restorasi Permata Indonesia sebagai Poros Utama dalam Peningkatan “Power and Knowledge” untuk Seluruh Mahasiswa Pertambangan Indonesia.

“Permata Indonesia harus memperkuat konektivitas dengan stakeholder, dalam hal ini Government, asosiasi pertambangan, swasta dan alumni pertambangan” tegas Ahmad Sagito

Untuk memperkuat keilmuan anggota Permata Indonesia, ia akan mendorong pelaksanaan pelatihan soft skill dan hard skill melalui perwakilan wilayah. Saat ini Permata Indonesia memiliki 5 wilayah yakni Wilayah 1 (Sumatra), Wilayah 2 (Jawa, Bali dan Nusa Tenggara), Wilayah 3 (Kalimantan), Wilayah 4 (Sulawesi), dan Wilayah 5 (Maluku dan Papua).

“Kami membangun hubungan yang masif secara komprehensif terhadap seluruh himpunan mahasiswa tambang di Indonesia,” beber dia.

Pada periode ini Permata Indonesia akan lebih responsif terhadap isu pertambangan nasional serta mendorong gagasan yang akan memajukan pertambangan nasional seperti hilirisasi industri pertambangan, energi baru terbarukan, pengurangan tenaga kerja asing dan mendorong praktik pertambangan yang baik alias good mining practice (GMP).

“Perhatian tersebut bisa berdampak besar terhadap kemajuan negara dan ekonomi rakyat sebagaimana diamanatkan pada pasal 33 ayat 3 UUD 1945 bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,” ungkap Mahasiswa Semester 7 ini.

Sebagai informasi, kegiatan Munas ini dilaksanakan berbarengan dengan Temu Ilmiah Mahasiswa Tambang Indonesia (TIMTI) ke- XVIII. Keduanya dihadiri oleh delegasi atau peserta yang merupakan perwakilan setiap Himpunan Pertambangan se-Indonesia dari berbagai wilayah, Senin-Jumat (9-13/1).

Artikel Terkait

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Jakarta,TAMBANG,- Sektor pertambangan Indonesia diperkirakan masih akan mengalami dinamika. Secara keseluruhan tahun 2026 sektor ini akan mengalami tekanan baik dari internal yakni dalam negeri maupun situasi gobal. Tenaga Ahli Profesional Kekayaan Alam, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) menjelaskan sektor tambang akan mengalami koreksi di paruh pertama tahun ini. Kemudian

By Egenius Soda
Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan, energi, konstruksi, hingga migas sedang menghadapi sejumlah tantangan operasional. Di tengah kebutuhan produksi yang tinggi, perusahaan juga dituntut untuk menjaga efisiensi, mengurangi downtime, dan memastikan alat berat tetap bekerja secara optimal. Salah satu faktor yang sering luput diperhatikan adalah kualitas bahan bakar. Dalam penggunaan mesin

By Egenius Soda