Thiess Raih Perpanjangan Kontrak dari Wahana Baratama Mining

Thiess

Jakarta, TAMBANG – Kontraktor pertambangan asal Australia, Thiess Pty Ltd resmi memperoleh perpanjangan kontrak di Proyek PT Wahana Baratama Mining. Kontrak tersebut berdurasi selama 14 bulan yang berlokasi di Satui, Kalimantan Selatan.

Kontrak ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kinerja berkelanjutan Thiess yang kuat dan pendekatan kemitraan yang kolaboratif.

Thiess Group Executive Chair & CEO, Michael Wright menyampaikan perpanjangan ini memperkuat hubungan perusahaan dengan Wahana dan mencerminkan kepercayaan yang mereka berikan kepada tim untuk menghadirkan solusi penambangan yang aman, berkelanjutan, dan efisien.

“Ini adalah bukti nyata dedikasi dan kinerja tim kami di lapangan yang terus menciptakan nilai jangka panjang bagi klien kami,” ujar Michael Wright dalam keterangannya, Kamis (28/8).

Dalam perpanjangan kontrak ini, Thiess akan melanjutkan kegiatan pengupasan lapisan penutup (overburden removal) dan kegiatan penambangan, dengan memanfaatkan infrastruktur site yang telah mapan, kapabilitas teknis yang terbukti, serta komitmen terhadap keselamatan dan kepatuhan lingkungan.

Perpanjangan ini diberikan berdasarkan rekam jejak Thiess dalam memenuhi ekspektasi klien, dengan kesiapan alat berat dan tenaga kerja yang memungkinkan kelanjutan operasi secara cepat. Perpanjangan ini memungkinkan klien untuk mengakses sumber daya batu bara tambahan, sehingga membuka potensi peningkatan produksi hingga tahun 2025 dan 2026.

“Kami bangga dapat terus mendukung Wahana. Perpanjangan ini menunjukkan manfaat dari operasi yang skalabel dan responsif, yang didukung oleh pemahaman mendalam kami terhadap lokasi kerja dan komitmen terhadap keunggulan operasional,” imbuh Thiess Group Executive – Asia, Cluny Randell.

Thiess telah beroperasi di Wahana selama lebih dari satu dekade, secara konsisten memberikan hasil yang solid dan memperkuat reputasinya sebagai mitra pilihan di sektor pertambangan Indonesia

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda