Tertimbun Longsor, 6 Penambang Ilegal Tewas Di Sulut

Tertimbun Longsor, 6 Penambang Ilegal Tewas Di Sulut
enam orang penambang ilegal tewas di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Foto: Humas BNPB)
Bolmong, TAMBANG – Sebanyak enam orang penambang ilegal tewas di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara. Mereka tewas akibat tertimbun tanah setelah terjadi bencana longsor yang menimpa lokasi sekitar penambangan, Senin (4/6).   “Lima orang tewas dan satu orang masih dalam pencarian akibat longsor di Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kab Bolaang Mongondow Sulut,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya melalui akun media sosial, Senin (4/6).   Pasalnya korban merupakan penambang emas ilegal yang tetap bekerja saat hujan deras. Padahal, daerah itu berbukit, tanahnya gembur, lereng cukup curam dan memang rawan longsor.   Wilayah tersebut diguyur hujan pada Minggu (3/6) sore. Tanah di perbukitan itu longsor pada pukul 15.00 WITA.   “Proses evakuasi (korban) dari yang pertama sampai yang keempat agak cepat. Karena yang pertama longsornya gak terlalu banyak,” ujar tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Rusmadi yang ikut terjun ke lokasi.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin