Terminal BBM Plumpang Milik Pertamina Kebakaran, Penyebab Masih Diinvestigasi

Terminal BBM Plumpang Milik Pertamina Kebakaran, Penyebab Masih Diinvestigasi
Jakarta, TAMBANG – Terminal bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina yang terletak di Plumpang, Koja, Jakarta Utara terbakar. Manager Communication and CSR Pertamina Patra Niaga wilayah Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan membenarkan insiden tersebut. “Telah terjadi kebakaran di Integrated Terminal Jakarta, Plumpang pada Jum’at (3/2/23) pada pukul 20,20 wib,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (3/3). Eko menyampaikan, saat ini Pertamina sedang fokus pada penanganan kebakaran dan melakukan evakuasi terhadap pegawai dan warga sekitar. “Saat ini Pertamina fokus pada penanganan kebakaran dan melakukan evakuasi terhadap pekerja maupun warga di sekitar lokasi, ke area yang lebih aman,” bebernya. Kata dia, penyebab kebakaran sejauh ini belum diketahi dan masih dalam tahap investigasi oleh petugas. “Penyebab kejadian masih dalam proses investigasi,” imbuhnya. Atas peristiwa ini, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat terus berusaha menanggulangi secara optimal. “Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat terus berupaya maksimal menanggulangi kejadian ini,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin