Terdampak Corona, Bukit Asam Bakal Koreksi Target

Terdampak Corona, Bukit Asam Bakal Koreksi Target
Jakarta, TAMBANG – PT Bukit Asam sedang bersiap-siap melakukan koreksi target bisnis tahun 2020. Hal ini dipicu oleh penyebaran virus Corona yang hingga kini belum terkendali.   “Harga batu bara saat ini turun, kemungkinan akan ada revisi target agar lebih realistis lagi,” kata Direktur Utama PT Bukit Asam Arviyan Arifin saat konferensi pers secara virtual terkait kinerja kuartal pertama tahun ini, Senin, (4/5).   Ia menyebutkan, peusahaan saat ini tengah mengkaji rencana revisi target tersebut yang kemungkinan akan disampaikan pada laporan kinerja kuartal kedua.   Kata Arviyan, jika merujuk pernyataan para ahli virus corona di Indonesia akan tuntas pada Juni atau Juli 2020. Namun, ada juga yang berpendapat pada Oktober atau November.   “Jika berakhir Juni atau Juli, kami optimis tidak akan merevisi target, tapi jika berlanjut sampai Oktober maka semua juga harus realistis jika bicara target,” ungkap dia.   Tahun ini, Bukit Asam merencanakan produksi batu bara sebesar 30,3 juta ton. Target tersebut naik 4 persen dari tahun sebelumnya sebesar 29,1 juta ton.   Untuk volume penjualan batu bara sepanjang tahun ini, perusahaan menargetkan untuk meningkatkannya menjadi 29,9 juta ton yang terdiri dari penjualan batu bara domestik sebesar 21,7 juta ton dan penjualan batu bara ekspor sebesar 8,2 juta ton.   Peningkatan target penjualan ini ditopang oleh rencana penjualan ekspor untuk batu bara kalori tinggi sebesar 2,5 juta ton. Lalu, untuk target angkutan pada 2020 menjadi 27,5 juta ton atau meningkat 13 persen dari realisasi angkutan kereta api sepanjang tahun lalu.   Namun, pada kuartal pertama 2020 ini, laba bersih perseroan sebesar Rp 903,2 miliar atau turun sekitar 20,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 1,14 triliun.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda