Temu Profesi Tahunan PERHAPI Ke-XXXV Siap Digelar di Ternate, Maluku Utara
Jakarta,TAMBANG,- Temu Profesi Tahunan (TPT) Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) ke XXXV siap digelar di Ternate, Maluku Utara. Ketua panitia Muhamad Lail Wahid kepada Majalah TAMBANG menjelaskan pihaknya terus mematangkan persiapan dari ajang tahunan dari para profesional pertambangan ini.
“Maluku Utara dikenal sebagai salah satu daerah produsen nikel di Indonesia. Kami sangat antusias menjadi tuan rumah dari Temu Profesi Tahunan dari para professional di industri pertambangan yang tergabung dalam PERHAPI. Kami siap menjadi tuan rumah yang baik dan tentu saja berharap ada hasil positif dari kegiatan ini untuk perbaikan tata kelola pertambangan demi peningkatan kontribusi bagi bangsa dan masyarakat,”tandas pria yang biasa disapa Lail ini.
Sebagaimana diketahui, industri pertambangan Indonesia berada pada posisi strategis dalam pembangunan nasional. Kekayaan mineral dan batubara tidak hanya menjadi sumber penerimaan negara dan penggerak aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi bagi hilirisasi, ketahanan energi, pengembangan industri berbasis mineral, penciptaan lapangan kerja, serta pembangunan wilayah.
“Pada saat yang sama, industri pertambangan menghadapi perubahan lingkungan strategis yang semakin kompleks. Pergeseran geopolitik, kompetisi penguasaan mineral kritis, perubahan rantai pasok global, volatilitas harga komoditas, tuntutan dekarbonisasi, perkembangan teknologi digital, serta penguatan standar Environmental, Social and Governance (ESG),”tandasnya lagi.
Dalam kondisi demikian Indonesia didorong untuk membangun tata kelola pertambangan yang semakin tangguh, transparan, berkelanjutan, dan berdaya saing. Keberhasilan pertambangan tidak lagi cukup diukur dari besarnya produksi dan nilai ekonomi yang dihasilkan.
“Industri pertambangan juga dituntut memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, terutama masyarakat dan daerah penghasil, melalui peningkatan kualitas lingkungan, pembangunan ekonomi lokal, pengembangan sumber daya manusia, penciptaan nilai tambah, serta penguatan kemandirian wilayah,”ungkap Lail.
Lail kembali menegaskan bahwa Maluku Utara memiliki relevansi yang sangat kuat terhadap isu tersebut. Perkembangan industri nikel dan hilirisasi telah menjadikan wilayah ini salah satu simpul penting dalam rantai nilai mineral Indonesia. Kondisi ini sekaligus menghadirkan ruang pembelajaran mengenai bagaimana pertumbuhan industri mineral dapat diseimbangkan dengan perlindungan lingkungan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, daya saing industri, dan keberlanjutan pembangunan daerah.
“Dalam konteks tersebut, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) menyelenggarakan TPT ke-XXXV sebagai forum strategis untuk mempertemukan semua stakeholders dari pemerintah, pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan gagasan dan rekomendasi bagi masa depan pertambangan Indonesia,”ungkap Lail.
Kegiatan kali ini mengusung tema Mewujudkan Pertambangan Berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat di Tengah Tantangan Geopolitik dan geoekonomi. Selama tiga hari akan ada sejumlah kegiatan yakni fun walk, workshop, PERHAPI goes to Campus, BKTP-PII, FORKOPINDO dan Rakorda. Kemudian di hari kedua akan ada kegiatan pembukaan TPT yang diharapkan akan dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Juga Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Lalu ada sesi pleno dan sesi paralel. Sementara di hari ketiga akan ada sesi pleno, sesi paralel dan Rapat Umum Anggota Tahunan.
“Kami berharap para anggota PERHAPI bisa hadir di acara ini karena Maluku Utara adalah bagian yang sangat penting bagi dunia pertambangan Indonesia,”tutupnya.