Telen Orbit Prima Hadirkan Air Bersih dan Listrik bagi Warga Buhut Jaya

Telen Orbit Prima Hadirkan Air Bersih dan Listrik bagi Warga Buhut Jaya

Jakarta, TAMBANG – PT Telen Orbit Prima (TOP), anak perusahaan Turangga Resources, yang merupakan bagian dari PT United Tractors Tbk (UT) menghadirkan air bersih dan listrik bagi warga Buhut Jaya. Pada tanggal (03/10/2025), TOP meresmikan Bendungan Labehu di Sungai Nanab Bajang, sekaligus melakukan peletakan batu pertama Program Elektrifikasi Desa Buhut Jaya. Kedua program corporate social responsibility (CSR) ini menjadi upaya Perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menyiapkan kehidupan pasca tambang yang mandiri dan berkelanjutan.

Bendungan Labehu akan menjadi sumber air bersih bagi 430 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di RT 1 hingga RT 5 Desa Buhut Jaya. Lebih dari sekadar infrastruktur, bendungan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kesehatan, pertumbuhan ekonomi lokal, dan pelestarian lingkungan.

“Air bersih adalah sumber kehidupan dan pintu masuk menuju kesejahteraan. Kami berharap bendungan ini tidak hanya mengalirkan air bersih, tetapi juga keberkahan dan kemakmuran untuk seluruh warga Desa Buhut Jaya,” ujar Direktur Utama UT, Frans Kesuma.

Tidak berhenti di sana, TOP bersama PT Energia Prima Nusantara (EPN) melangkah lebih jauh dengan menghadirkan Program Elektrifikasi di Desa Buhut Jaya. Program ini akan menerangi seluruh wilayah desa mulai dari RT 1 hingga RT 5, dengan memberikan manfaat bagi 638 pelanggan yang akan segera menikmati akses listrik.

Kehadiran listrik diyakini akan membuka banyak peluang baru. Anak-anak dapat belajar lebih lama di malam hari tanpa bergantung pada lampu minyak, para ibu dapat menjalankan usaha rumahan dengan lebih efisien, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat mengembangkan usaha berkat ketersediaan energi yang memadai.

Keberhasilan kedua program ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga warga yang aktif berpartisipasi dalam proses pembangunan. Semangat gotong royong ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan tidak hanya dibangun dengan teknologi dan sumber daya, tetapi juga dengan hati yang tulus untuk maju bersama.

Kini, Buhut Jaya tidak lagi sekadar nama sebuah desa, melainkan simbol kemandirian, kerja sama, dan harapan baru. Di tempat ini, air mengalir membawa kehidupan, dan cahaya menerangi setiap langkah menuju masa depan yang lebih baik. 

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin