Target Bauran EBT Masih Minim, Pemerintah Utamakan Pembanggunan PLTS

Target Bauran EBT Masih Minim, Pemerintah Utamakan Pembanggunan PLTS

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah terus mengejar bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ditargetkan mencapai 23 persen pada tahun 2025 dan mencapai 29 persen pada tahun 2030. Salah satu upayanya yakni dengan menggalakkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial dalam Indonesia Solar Summit. Menurutnya, sepanjang 2021, capaian energi bersih masih bercokol di angka 11,7 persen sehingga diperlukan suatu akselerasi yang signifikan.

“Waktu untuk pencapaian target ini semakin dekat sedangkan kontribusi energi baru terbarukan dalam bauran energi primer nasional pada tahun 2021 baru mencapai 11,7 persen. Oleh karena itu diperlukan strategi untuk mempercepat capaian target EBT antara lain memprioritaskan pengembangan energi surya,” kata Ego dikutip Rabu, (20/4).

Ego menyampaikan, dipilihnya PLTS lantaran potensi energi surya yang dimiliki Indonesia sangat besar hingga lebih dari 3200 Giga Watt (GW). Menurutnya, angka ini setara 89 persen dari total potensi EBT yang dimiliki.

“Besarnya potensi energi surya yang dimiliki indonesia yaitu lebih dari 3200 Giga Watt atau 89 persen dari total potensi ebt yang kita miliki,” paparnya.

Lebih lanjut Ego mengatakan, saat ini pemerintah sedang fokus pada tiga program besar untuk memanfaatkan potensi energi surya tersebut yakni PLTS Atap, PLTS ground-mounted skala besar, dan PLTS terapung.

“Implementasi beragam program ini membutuhkan kontribusi dari banyak pihak, tak hanya pemerintah, pemegang wilayah usaha, maupun pengembang energi terbarukan, tetapi juga para pengguna energi, seperti sektor komersial dan industri,” ujarnya.

Ego menambahkan, PLTS Atap merupakan salah satu quick wins percepatan pemanfaatan energi surya melalui kontribusi langsung dari para pengguna energi, khususnya bagi industri untuk memenuhi tuntutan pasar yang semakin kuat terhadap produk hijau (Green product).

“Dukungan dari manufaktur lokal juga sangat diperlukan untuk memenuhi TKDN dan memberikan manfaat yang besar untuk dalam negeri terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja,” ungkapnya.

“Di samping itu, aspek kemudahan akses pembiayaan murah, insentif, dan fasilitas pembiayaan lainnya sangat penting untuk memberikan kelayakan finansial dan meningkatkan investasi energi terbarukan seperti PLTS,” imbuh Ego.

Artikel Terkait

Kolaborasi PAMA–SMKN 3 Tuban Lahirkan Gerobak Sampah Listrik Ramah Lingkungan

Kolaborasi PAMA–SMKN 3 Tuban Lahirkan Gerobak Sampah Listrik Ramah Lingkungan

Tuban, TAMBANG – Kolaborasi PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dengan SMK Negeri 3 Tuban tidak hanya melahirkan budaya keselamatan di lingkungan sekolah, tetapi juga menghadirkan inovasi ramah lingkungan. Salah satunya adalah gerobak sampah bertenaga listrik yang dikembangkan bersama sebagai bagian dari program PAMA Safe School. Peluncuran gerobak sampah listrik dilakukan bersamaan dengan

By Rian Wahyuddin
PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Electrifying Agriculture Di Cilacap

PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Electrifying Agriculture Di Cilacap

Jakarta,TAMBANG,-Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmennya terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kali ini perusahaan meresmikan Rumah Pembibitan Mangrove berbasis Electrifying Agriculture di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Selasa (28/7). Program Tanggung Jawab Sosial dan

By Egenius Soda