Kolaborasi PAMA–SMKN 3 Tuban Lahirkan Gerobak Sampah Listrik Ramah Lingkungan

Kolaborasi PAMA–SMKN 3 Tuban Lahirkan Gerobak Sampah Listrik Ramah Lingkungan
Direktur PT Pamapersada Nusantara, Abdul Nasir Maksum menjajal motor gerobak sampah listrik buatan siswa SMKN 3 Tuban, Jawa Timur. Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

Tuban, TAMBANG – Kolaborasi PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dengan SMK Negeri 3 Tuban tidak hanya melahirkan budaya keselamatan di lingkungan sekolah, tetapi juga menghadirkan inovasi ramah lingkungan. Salah satunya adalah gerobak sampah bertenaga listrik yang dikembangkan bersama sebagai bagian dari program PAMA Safe School.

Peluncuran gerobak sampah listrik dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan PAMA Safe School Challenge, sebuah ajang yang diikuti 112 siswa melalui tiga kategori lomba, yakni Safety Talk Competition, Safety Poster Campaign, dan Safety Quiz Battle di Tuban, Jawa Timur, Kamis (30/7).

Kepala SMKN 3 Tuban, Sholahuddin, mengatakan inovasi tersebut merupakan hasil pendampingan PAMA dalam pengembangan program lingkungan di sekolah.

"Launching gerobak sampah listrik ini juga atas dukungan PT Pamapersada Nusantara. Kenapa kami menggunakan energi listrik? Karena tidak menimbulkan polusi. Insyaallah inovasi ini akan terus kami kembangkan," kata Sholahuddin.

Ia menjelaskan, saat ini pengembangan kendaraan listrik yang murni dikerjakan anak didiknya tersebut masih berada pada tahap penelitian. Ke depan, sekolah berencana mengikutsertakan inovasi tersebut dalam ajang kompetisi kendaraan listrik yang rutin diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Division Head SRGS PAMA, TH Puguh Sasetyo, mencoba gerobak sampah listrik. Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

"Saat ini kami masih fokus pada riset. Kalau nanti hasilnya sudah benar-benar matang, baru kami pikirkan langkah berikutnya, termasuk pengembangan lebih lanjut dan kemungkinan pengurusan hak paten," ujarnya.

Untuk mengembangkan gerobak listrik tersebut, sekolah telah menghabiskan biaya sekitar Rp40 juta. Sebagian besar anggaran digunakan untuk proses uji coba dan penyempurnaan desain.

"Karena masih tahap trial, kami harus melakukan banyak eksperimen. Mudah-mudahan setelah formulasi dan desainnya sudah tepat, biaya produksinya bisa jauh lebih efisien," jelas Sholahuddin.

Direktur PT Pamapersada Nusantara, Abdul Nasir Maksum, menegaskan bahwa dukungan terhadap inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan melalui dunia pendidikan.

Menurutnya, PAMA Safe School tidak hanya berisi edukasi mengenai keselamatan kerja, tetapi juga mendorong lahirnya program-program lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah.

"Dari sisi keselamatan kami memberikan edukasi kepada siswa dan guru. Sementara dari sisi lingkungan, kami bekerja sama dalam berbagai kegiatan, seperti pengolahan kompos dan penyediaan gerobak sampah. Program-program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi sekolah," ujar Abdul Nasir.

Selain gerobak sampah listrik, SMKN 3 Tuban juga mengembangkan program pengolahan kompos yang dikelola siswa. Program tersebut telah mampu memanfaatkan limbah organik di lingkungan sekolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Program pengolahan kompos yang dikelola siswa SMKN 3 Tuban, Jawa Timur. Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

Sholahuddin berharap sinergi dengan PAMA terus berlanjut agar inovasi-inovasi berbasis lingkungan semakin berkembang. Dukungan tersebut dinilai turut mengantarkan SMKN 3 Tuban meraih predikat Adiwiyata Mandiri dan kini bersiap menuju Adiwiyata ASEAN.

"Yang paling penting, anak-anak benar-benar memahami bahwa peduli lingkungan dan keselamatan bukan sekadar teori, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata. Gerobak sampah listrik ini menjadi salah satu bukti bahwa pembelajaran di sekolah bisa melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan," tutupnya.

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin