Tanito Harum Pasrah, Perkara Pembatalan Kontrak Tidak Dibawa Ke Arbitrase

Tanito Harum Pasrah, Perkara Pembatalan Kontrak Tidak Dibawa Ke Arbitrase

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah menyebut PT Tanito Harum hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda perlawanan, membawa perkara pembatalan kontrak ke meja arbitrase. Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono menuturkan, sejauh ini pihaknya tidak menerima laporan kelanjutan sikap secara resmi dari Tanito.

“(Tanito) gak ngomong apa-apa, gak tahu mau pasrah,” kata Bambang Gatot di kompleks parlemen, Rabu (10/7) petang.

Tanito memiliki hak untuk membawa perkara tersebut ke meja hijau, kalau menilai keputusan Pemerintah atas pembatalan perpanjangan kontrak miliknya sebagai dispute atau masalah yang dapat disengketakan.

“Ya terserah mereka (Tanito), mereka yang melakukan (arbritase), wong mereka yang diam saja, gak ngapa-ngapain ” tutur Bambang.

Tanito merupakan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi pertama, yang masa kontraknya habis pada Januari lalu. Pemerintah sempat memberikan izin kelanjutan perpanjangan, tapi kemudian dibatalkan.

Pembatalan tersebut terjadi pasca Komisi Pemberantasan Korupsi mencium ada hal yang tidak wajar dalam perpanjangan izin. Ditambah lagi, adanya surat keberatan dari Menteri BUMN, Rini Soemarno yang meminta konsesi PKP2B generasi pertama, termasuk milik Tanito, agar dikembalikan ke negara, dilelang dengan prioroitas untuk BUMN.

Lantaran izinnya dibatalkan, Tanito kini terpaksa berhenti beroperasi, tidak lagi melakukan aktivitas pengerukan batu bara.

Saat ditanya, apakah berhentinya Tanito berdampak pada penerimaan negara ?

Kata Bambang Gatot, produksi Tanito tergolong kecil. Sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi nasional dan penerimaan negara. Kapasitas produksi Tanito hanya sekitar 1 juta ton per tahun, sedangkan kemampuan produksi nasional kalau melihat angka yang ditargetkan tahun ini mencapai 489 juta ton.

Menurutnya, meskipun sebagian besar produksi nasional didominasi dari kontribusi perusahaan PKP2B generasi pertama, tapi Pemerintah masih bisa mengandalkan produksi dari pemegang Izin Usaha Produksi di level daerah, yang jumlahnya mencapai seribuan.

“Gak (berpengaruh), produksi banyak banget IUP di daerah itu 1.100, banyak banget kalau produksi semua,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin
Patra Logistik Perluas Pengelolaan Layanan BBM, LPG, dan Aviasi di Jatimbalinus, Kalimantan, dan Sulawesi

Patra Logistik Perluas Pengelolaan Layanan BBM, LPG, dan Aviasi di Jatimbalinus, Kalimantan, dan Sulawesi

Jakarta, TAMBANG – PT Patra Logistik terus memperluas cakupan bisnis dan perannya dalam mendukung rantai pasok energi nasional. Kepercayaan PT Pertamina Patra Niaga diwujudkan melalui perluasan pengelolaan distribusi BBM dan LPG di Kalimantan serta pengelolaan distribusi Avtur di Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Pada layanan BBM, Patra Logistik yang sebelumnya

By Rian Wahyuddin