Tanito Berhenti Produksi, Bambang: Regulasi Masih Proses

Tanito Berhenti Produksi, Bambang: Regulasi Masih Proses
Jakarta, TAMBANG- PT Tanito Harum terpaksa harus berhenti produksi karena Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membatalkan kontrak perpanjangan.   Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot menjelaskan, saat ini Tanito berhenti produksi karena tidak memiliki izin.   “Loh gini aja jawabannya kalau gak ada izinnya berhenti gak? Gak usah ditanya,” ungkap Bambang dalam acara Coaltrans 2019 di Nusa Dua Bali,‎ Senin (24/6).   Menurut Bambang hingga saat ini regulasi masih dalam pembahasan.  “Saya kesini masih dalam evaluasi Pemerintah, jadi Pemerintah itu belum mengambil sesuatu karena kita semuanya lagi berproses,  regulasinya lagi proses, ” lanjut Bambang.   Terkait Tanito jika ingin beroperasi kembali, Bambang mengungkapkan belum bisa memastikan statusnya akan menjadi Wilayah Pencadangan Negara (WPN) atau Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) sebab regulasi masih dalam tahap pembahasan.   Bambang juga enggan berkomentar lebih lanjut. Menurutnya ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi pada Tanito.   “Kemungkinanya masih panjang. bisa jadi WPN bisa jadi WIUPK, kan macam-macam atau yang lain saya gak tau. Belum tahu karena actionnya Tanito sendiri kan belum tahu. Kita gak boleh ngomong oh ini harus begini begini,” kata Bambang.   Sebagai Informasi penyebab pembatalan kontrak Tanito, karena revisi PP 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara yang belum rampung dan surat KPK yang ditembuskan ke Presiden Joko Widodo mengenai revisi PP tersebut.  

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda