Tambang Emas Pani MDKA Bidik Produksi 115.000 Ons pada Tahun 2026

Tambang emas Blok Pani di Pohuwato, Gorontalo, yang dikelola anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), menargetkan produksi hingga 115.000 ons pada 2026.

Tambang Emas Pani MDKA Bidik Produksi 115.000 Ons pada Tahun 2026

 

Jakarta, TAMBANG – Tambang emas Blok Pani di Pohuwato, Gorontalo, yang dikelola anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), menargetkan produksi hingga 115.000 ons pada 2026.

Target tersebut ditetapkan seiring dengan hasil Keputusan akhir dari persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB dari Kementerian ESDM.

“Untuk 2026, Pani menargetkan produksi emas sebesar 100.000–115.000 ounces emas (tergantung persetujuan RKAB),” ungkap Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (4/2).

Kata Boyke, Blok Pani akan memulai operasi heap leach dengan kapasitas awal 8 juta ton per tahun (Mtpa), meningkat dari rencana awal sebesar 7 juta ton per tahun. Studi lanjutan masih berlangsung untuk meningkatkan kapasitas menjadi 10 juta ton per tahun setelah 2026.

“Kuartal ini menandai transisi penting bagi EMAS seiring Pani beralih dari tahap konstruksi menuju commissioning dan operasi. Peningkatan kapasitas pengolahan, pertumbuhan cadangan yang kuat, serta penyelesaian tonggak pengembangan utama mencerminkan kualitas dan skala proyek ini,” imbuh Boyke.

Selama kuartal tersebut, EMAS juga mengumumkan peningkatan signifikan cadangan bijih emas Pani menjadi 190,3 juta ton, yang mengandung 4,8 juta ounces emas, memperkuat skala dan nilai jangka panjang proyek.

Perseroan juga melakukan rekonfigurasi dan percepatan pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) untuk memulai produksi pada kapasitas 12 Mtpa mulai 2028, dari rencana awal memulai CIL 7,5 Mtpa pada 2029 dan kemudian meningkat secara bertahap menjadi 12 Mtpa. Pekerjaan tanah (earthworks) untuk fasilitas CIL telah dimulai pada Januari 2026.

Anak usaha EMAS memperoleh Fasilitas Kredit Bergulir (Revolving Credit Facility/RCF) sebesar US$350 juta dengan tenor 60 bulan dari sindikasi bank lokal dan internasional, yang meningkatkan fleksibilitas pendanaan untuk mendukung pengembangan proyek.

Progres konstruksi di Pani mencapai 94%. Kegiatan penambangan dimulai pada Oktober 2025 bersamaan dengan pengaliran listrik jaringan PLN berbasis Renewable Energy Certificate (REC), dilanjutkan dengan penghancuran bijih pada November serta penumpukan bijih hasil penghancuran pada Desember.

Tonggak penting commissioning juga dicapai pada fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR), yang memposisikan proyek untuk memulai irigasi dan produksi emas perdana pada awal 2026.

“Memasuki 2026, fokus kami adalah mencapai produksi emas perdana secara aman, merealisasikan produksi sesuai panduan, serta terus mengoptimalkan Pani untuk menghasilkan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Hingga saat ini, Perseroan telah menginvestasikan sekitar US$238 juta untuk belanja konstruksi dan pra-produksi pada operasi open-pit heap leach.

 Dalam hal praktik Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG), EMAS terus menegaskan komitmen yang kuat terhadap keselamatan kerja dengan capaian 18,2 juta jam kerja tanpa Lost Time Injury (LTI), pengelolaan lingkungan, pengembangan masyarakat, serta praktik pertambangan yang bertanggung jawab, sejalan dengan tujuan keberlanjutan jangka panjang Perseroan.

“Kami tetap berfokus pada pelaksanaan operasi yang efisien dan bertanggung jawab, yang didukung oleh komitmen kuat terhadap pengelolaan lingkungan, kesejahteraan sosial, dan tata kelola perusahaan. Hal ini mencerminkan upaya kami dalam membangun bisnis pertambangan yang tangguh dan berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para investor, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan wilayah,” tutup Boyke.

Artikel Terkait

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas  300 Metrik Ton Per Hari

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas 300 Metrik Ton Per Hari

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA) mendukung PT Kaltim Parna Industri (KPI) dalam pembangunan fasilitas pencairan karbon dioksida (CO₂) di Bontang, Kalimantan Timur. Fasilitas ini diresmikan pada 22 Oktober 2026 yang memiliki kapasitas desain sebesar 300 metrik ton per hari. TRIPATRA menjalankan

By Egenius Soda
PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin