Tambang Emas Blok Pani MDKA Ditargetkan Produksi Kuartal I 2026

Emas Blok Pani
Head of Corporate Communications PT Merdeka Copper Gold Tbk, Tom Malik (kiri) dan Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro (kanan) dalam Merdeka Media Iftar 2025. Rian/TAMBANG.

Jakarta, TAMBANG – Salah satu proyek pengembangan emas terbesar di Indonesia yang dikelola oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yaitu Blok Pani, ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I tahun 2026. Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro.

“Produksi awal tuh sekitar segitu di 2026. Target kita itu mulai produksi di kuartal pertama,” ungkap Albert Saputro dalam Merdeka Media Iftar di Jakarta, dilansir Sabtu (22/3).

Albert Saputro menjelaskan bahwa pada tahap awal, Tambang Emas Blok Pani akan memproduksi sekitar 80-100 ribu ounces emas.

“Pani itu akan nyumbang di tahapan awal tuh mungkin sekitar 80-100 ribu ounces kali ya, masih range lah. Produksi awal tuh sekitar segitu di 2026,” jelas dia.

Dengan adanya tambang emas baru tersebut, produksi emas dan pendapatan tahunan MDKA diperkirakan akan meningkat. Namun, Albert tidak merinci kisaran pendapatan yang akan diperoleh.

“Target kita itu mulai produksi di kuartal pertama. Jadi, kalau menyumbang pendapatan ya kalikan aja harga emasnya berapa nanti. Mungkin kalau harga emas kita masih positif lah ya,” bebernya.

International Women’s Day, Momentum MDKA Tegaskan Dukung Hak Fundamental Pekerja Perempuan

Sebagai gambaran, MDKA berhasil memproduksi emas sebesar 115.867 ounces sepanjang tahun 2024. Capaian ini didukung dengan produksi emas pada Kuartal IV yang mencapai 35.824 ounce dengan total biaya tunai atau cash cost sebesar USD 975/oz, biaya berkelanjutan menyeluruh (all-in sustaining cost;/AISC) sebesar USD 1,260/oz, dan harga jual rata-rata (average sales price; ASP) sebesar USD2,672/oz.

Terletak di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Sulawesi, Tambang Emas Blok Pani mengandung lebih dari 6,9 juta ounces emas. Pada produksi puncaknya, Blok Pani diprediksi dapat menghasilkan emas hingga 500 ribu ounces per tahun.

Berdasarkan laporan tahunan perusahaan per akhir 2024, kegiatan konstruksi di Proyek Emas Blok Pani mencapai 33% penyelesaian pada akhir kuartal. Proyek ini dijadwalkan untuk mulai beroperasi pada akhir 2025, dengan produksi emas pertama diperkirakan pada awal 2026.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda