Tak Goyah, Indonesia Tetap Nonaktif di OPEC

Tak Goyah, Indonesia Tetap Nonaktif di OPEC
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar

Jakarta, TAMBANG – Indonesia tetap bertahan pada keputusan nonaktif dari keangotaan organisasi negara pengekspor minyak (Organization of Petroleum Exporting Counties/OPEC).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Minera (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, saat ini Indonesia tetap menolak ajakan untuk kembali aktif atau tetap membekukan keanggotaan di OPEC. Keputusan ini diambil, karena mengikuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk terus menggenjot produksi minyak dalam negeri.

“Kita sesuai arahan Presiden, tetap freeze dulu,” kata Arcandra Tahar usai rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (5/12).

Sebelumnya, pada pertengahan 2017 lalu, Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA), Suhail Mohammed Faraj Al Mazrouei dan Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengajak agar Indonesia aktif kembali. Permintaan itu pun dijawab Arcandra sekitar November lalu, untuk tetap pada keputusan membekukan keanggotaan di OPEC.

Seperti diketahui, Indonesia sudah dua kali membekukan keanggotan di OPEC, pertama, pada tahun 2008 sampai awal tahun 2016. Kedua, keputusan unonaktif sementara dibuat Menteri ESDM Ignasius Jonan saat menghadiri Sidang ke-171 OPEC di Wina pada November 2016.

Meski demikian, terkait pembelian minyak mentah, tak akan terpengaruh status keanggotaan OPEC. Menurutnya, selama harga yang ditawarkan cocok, Indonesia bisa mendapatkan pasokan minyak mentah dari anggota OPEC atau bukan.

 

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin