Tahun Ini Pemerintah Lepas 10 Wilayah Kerja Panas Bumi

Tahun Ini Pemerintah Lepas 10 Wilayah Kerja Panas Bumi

Jakarta - TAMBANG. Tahun 2015 ini, pemerintah berencana melelang 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP). Salah satunya adalah WKP Ciremai yang harus dilelang ulang, karena pemenang sebelumnya mengundurkan diri.

"Mudah-mudahan tahun ini 10 WKP bisa dilelang," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) - Kementerian ESDM, di Jakarta, Jumat petang (23/1).

Rida menjelaskan bahwa mulai tahun ini, prosedur pelelangan WKP dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 21 / 2014 tentang Panas Bumi.

Sebenarnya saat ini pihak Direktorat Jenderal EBTKE sedang melakukan pendataan terhadap 25 WKP. Namun demikian, pelelangan akan dilakukan bertahap dalam jangka waktu tiga tahun ke depan.

"Kami lelang yang besar-besar dulu," jelas Rida.

Salah satu yang masuk daftar lelang adalah WKP Ciremai. WKP Ciremai terpaksa kembali dilelang setelah batal digarap. Sebelumnya, Chevron Geothermal Indonesia sudah dinyatakan sebagai pemenang tender penggarapan proyek panas bumi di daerah Jawa Barat tersebut.

"Chevron mengembalikan penetapan mereka sebagai pemenang. Intinya mereka mundur," tegasnya.

Meskipun demikian, Direktur Panas Bumi, Tisnaldi, mengungkapkan optimismenya terhadap pelelangan WKP kali ini.

"Animo investor sangat tinggi," pungkas Tisnaldi dalam kesempatan yang sama.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda