Tahun 2015, Harga Timah Kembali Membaik

Tahun 2015, Harga Timah Kembali Membaik

SHANGHAI—TAMBANG. HARGA timah mencapai titik terendah dalam 15 bulan terakhir, pada Oktober lalu. Laman Shanghai Metals Market hari ini mengutip berita dari Reuters, harga timah pada Oktober lalu menyentuh US$ 19.000 per ton. Pada November lalu, harganya juga tak menggembirakan. Dibanding dengan tembaga dan timbal, harga timah masih paling mengecewakan.

Dalam wawancaranya dengan majalah Amerika Serikat yang banyak memuat ulasan soal pasar modal, Barron’s, para pelaku pasar memperkirakan pada 2015 menjadi titik bali bagi pasar logam, termasuk timah, untuk naik.

Indonesia dan Cina diperkirakan akan makin sulit mendapatkan timah karena kualitas bijih yang makin menurun. Permintaan diperkirakan akan naik, karena semakin banyaknya pemakaian timah untuk perangkat elektronik.

‘’Timah, tidak seperti logam dasar lainnya, tidak banyak dipakai untuk konstruksi. Oleh karena itu, melemahnya sektor properti di Cina tidak akan memengaruhi permintaan terhadap timah,’’ kata Caroline Bain, ekonom pada Capital Economics, lembaga konsultan ekonomi di London. ‘’Timah menjadi petunjuk adanya keseimbangan kembali ekonomi Cina menuju pertumbuhan yang didorong oleh konsumsi, karena timah terutama dipakai untuk elektronika rumah tangga,’’ kata Caroline kepada majalah Barron’s.

Bila permintaan Cina terhadap timah tetap tinggi, sementara produksinya rendah, harga otomatis akan naik. Cina menggunakan 40% produksi timah dunia.

Penerbitan dari Afrika Selatan, Mail & Guardian, memberitakan bahwa berdasar riset Standard Bank, timah akan menjadi logam paling menjanjikan pada tahun ini, dibanding logam dasar lainnya. Tahun 2015 ini diprediksi harga timah akan naik membubung.

Standard Bank meramal bahwa timah akan memasuki periode defisit pada 2016. Logam lain, yakni tembaga, aluminium, dan zinc, harus ikhlas harganya rendah, karena berlebihnya pasokan. Capital Economics meramal bahwa harga timah akan mencapai US$ 23.000 tiap ton pada akhir 2015, dan mencapai US$ 24.000 pada akhir 2016.

Foto: timah hasil produksi pabrik di Cina.

Sumber: www.diytrade.com

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin