Sukses Catat Kinerja Positif Di 2025, Elnusa Terus Pastikan Pertumbuhan Berkelanjutan

Sukses Catat Kinerja Positif Di 2025, Elnusa Terus Pastikan Pertumbuhan  Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- PT Elnusa Tbk (Elnusa), perusahaan jasa energi terintegrasi dalam Subholding Upstream Pertamina sukses mencatat kinerja positif di sepanjang 2025. Emiten berkode sahan ELSA ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp14,5 triliun. Ini berarti dibanding tahun 2024 ada kenaikan sekitar 8%.

Capaian ini mencerminkan konsistensi transformasi bisnis yang dijalankan Perseroan melalui penguatan operasional, efisiensi berkelanjutan, serta pengelolaan risiko yang disiplin di tengah dinamika industri energi.

Dijelaskan pula bahwa pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti oleh kinerja profitabilitas yang solid. Sepanjang 2025, Elnusa mencatatkan EBITDA sebesar Rp1,5 triliun dan laba bersih Rp718 miliar. Hal ini memperlihatkan kemampuan Perseroan menjaga kualitas pertumbuhan sekaligus memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan.

Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, menjelaskan capaian ini merupakan hasil dari strategi transformasi. Sebagai perusahaan jasa ELSA fokus pada upaya penguatan kapabilitas layanan, efisiensi operasional, serta peningkatan nilai tambah bagi pelanggan.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Elnusa secara konsisten memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan kapabilitas teknologi, optimalisasi portofolio layanan, serta disiplin operasional. Upaya tersebut menjadi kunci dalam menjaga kinerja yang sehat sekaligus memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap arah pertumbuhan Perseroan,” terangnya.

Kinerja Elnusa didukung oleh portofolio bisnis yang terintegrasi, meliputi Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, serta Jasa Penunjang Migas. Sepanjang 2025, segmen Penjualan Barang dan Jasa Distribusi dan Logistik Energi menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 60% dari total pendapatan.

Kemudian diikuti Jasa Hulu Migas Terintegrasi sebesar 28%, serta Jasa Penunjang Migas sebesar 12%. Komposisi ini mencerminkan ketahanan model bisnis Elnusa yang mampu menghadirkan layanan terintegrasi dari hulu hingga hilir industri energi.

Dari sisi posisi keuangan, Perseroan mencatatkan total aset sebesar Rp10,9 triliun dan ekuitas Rp5,3 triliun, dengan arus kas operasi Rp1,7 triliun. Perseroan juga mampu menjaga Net Profit Margin di level 5,0%, yang menunjukkan kemampuan mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika industri energi.

Kepercayaan pasar terhadap fundamental dan arah transformasi Elnusa turut tercermin pada kinerja saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia. Hingga awal Maret 2026, saham ELSA mencatatkan kenaikan signifikan secara tahunan serta mencapai level harga tertinggi sejak Perseroan melantai di bursa pada 2008. Pergerakan tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian investor terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan Elnusa.

Penguatan persepsi pasar juga didukung oleh peningkatan peringkat kredit Perseroan oleh PEFINDO menjadi idAA+ pada 2025, Sebagai perusahaan terbuka, Elnusa terus menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik, transparansi informasi, serta komunikasi yang terbuka dengan investor dan pemangku kepentingan, sesuai dengan ketentuan regulator pasar modal.

Ke depan, Elnusa akan melanjutkan transformasi melalui penguatan inovasi, kapabilitas teknologi, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem Pertamina Group guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

“Elnusa akan terus berfokus pada penguatan fundamental perusahaan, peningkatan kapabilitas teknologi, serta operational excellence agar dapat menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi industri energi Indonesia,” tutup Litta.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin