Strategi PAMA Hadapi Perubahan Iklim: dari Energi Terbarukan hingga Konservasi Hutan

PAMA Group menegaskan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan (ESG) melalui berbagai program yang berfokus pada pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan.

Strategi PAMA Hadapi Perubahan Iklim: dari Energi Terbarukan hingga Konservasi Hutan
Dokumetasi: Rian/TAMBANG.

Semarang, TAMBANG – Anak usaha PT United Traktors Tbk (UT), PT Pamapersada Nusantara (PAMA Group), menegaskan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan (ESG) melalui berbagai program yang berfokus pada pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan.

Dalam Media Gathering PAMA Group 2026 di Semarang, Direktur PT United Tractors Tbk (UT) Ari Sutrisno mengungkapkan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan dan grup secara keseluruhan.

Menurut Ari, keberlanjutan bukan sekadar narasi, melainkan komitmen nyata yang diwujudkan melalui berbagai inisiatif untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.

"Profit yang besar tidak akan berarti jika tidak berkelanjutan. Perusahaan harus mampu menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis, pengelolaan sumber daya manusia, hubungan dengan masyarakat, dan perlindungan lingkungan," ujar Ari, Rabu (24/6).

Ari menjelaskan, PAMA Group menjalankan empat pendekatan utama dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. Pertama, transformasi portofolio bisnis (portfolio movement) melalui pengembangan sektor energi terbarukan, seperti energi surya, panas bumi, pembangkit listrik tenaga air, hingga pengolahan sampah menjadi energi.

Kedua, penerapan bauran energi (energy mix) dengan meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Salah satunya melalui pemanfaatan panel surya di berbagai fasilitas Grup Astra, penggunaan biodiesel, serta riset energi alternatif berbasis mikroalga.

Ketiga, efisiensi penggunaan bahan bakar (fuel efficiency), terutama di sektor pertambangan yang memiliki konsumsi energi tinggi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.

Sementara pendekatan keempat adalah perlindungan dan pemulihan lingkungan melalui konservasi hutan, rehabilitasi lahan, serta penanaman pohon dan mangrove. Penanaman mangrove akan dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut Ari, perusahaan saat ini juga menjaga sekitar 130 ribu hektare kawasan hutan di Papua untuk mendukung penyerapan karbon dan menjaga keseimbangan ekosistem.

"PAMA dan seluruh grup perusahaan berkomitmen menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari cara kami menjalankan bisnis. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan," katanya.

Direktur PAMA, Abdul Nasir Maksum menjelaskan bahwa kawasan pesisir bukan hanya menjadi tempat hidup bagi berbagai spesies flora dan fauna, tetapi juga berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi wilayah daratan dari abrasi, gelombang laut, serta berbagai dampak perubahan lingkungan.

“Oleh karena itu, keberadaan mangrove menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus membantu mencegah abrasi yang dapat mengancam kawasan pesisir,” jelas Abdul Nasir dalam kesempatan yang sama.

Kata dia, di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini, upaya pelestarian ekosistem pesisir menjadi semakin relevan. Mangrove memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap karbon, menjaga kualitas lingkungan pesisir, melindungi garis pantai, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota yang mendukung keberlangsungan ekosistem.

“Kami juga berharap kegiatan ini dapat membangun pemahaman bersama bahwa menjaga lingkungan pesisir bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab kita semua. Setiap pohon mangrove yang ditanam hari ini merupakan investasi untuk masa depan,” imbuhnya.

 

Artikel Terkait