Ssst...! Menteri ESDM Terbitkan Regulasi Baru, Isinya Menjamin Kontrak Raksasa Batu Bara

Ssst...! Menteri ESDM Terbitkan Regulasi Baru, Isinya Menjamin Kontrak Raksasa Batu Bara

Jakarta, TAMBANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merilis aturan baru, yang isinya mengatur soal perpanjangan kontrak bagi raksasa batu bara. Regulasi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Pemberian Wilayah, Perizinan, dan Pelaporan.   Disebutkan dalam pasal 104-110, bahwa Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang akan habis masa kontrak, harus mengajukan permohonan menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi perpanjangan kepada Menteri melalui Direktur Jenderal.   Kemudian, Menteri dapat menyetujui atau menolak permohonan tersebut, dengan batas waktu keputusan wajib dikeluarkan paling lambat dua bulan sebelum masa kontrak PKP2B habis. Adapun durasi operasional IUPK perpanjangan itu, diberikan selama dua kali sepuluh tahun.   Meskipun permohonan bisa ditolak, tapi ada sisipan pasal yang memberi jaminan kalau kontrak PKP2B bakal diperpanjang, yakni pada pasal 111.   “Dalam rangka menjamin efektivitas pelaksanaan kegiatan usaha serta menjamin iklim usaha yang kondusif, Menteri dapat menetapkan ketantuan lain bagi pemegang IUPK sebagai kelanjutan PKP2B dengan mempertimbangkan skala investasi, karakteristik operasi, jumlah produksi, dan daya dukung lingkungan,” ungkap pasal 111 dalam beleid tersebut.   Untuk diketahui, selama lima tahun mendatang ada tujuh PKP2B generasi pertama yang akan habis masa kontraknya. Mereka di antaranya PT Arutmin Indonesia, PT Kaltim Prima Coal, PT Adaro Indonesia, PT Kideco Jaya Agung, PT Kendilo Coal, PT Multi Harapan Utama, dan PT Berau Coal.   Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan, perpanjangan PKP2B merupakan bentuk komitmen Pemerintah dalam membentuk profil investasi pertambangan nasional.   Menurutnya, perpanjangan kontrak PKP2B telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967, dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 (UU Minerba). Kedua aturan tersebut menyatakan operasi pertambangan berhak diperpanjang selama dua kali sepuluh tahun.   “Perpanjangan suatu kontrak atau izin diatur UU 11/1967, kegiatan investasi pertambangan 30 (tahun) plus 2 kali 10 (tahun), kemudian UU Minerba ditulis lagi Izin Usaha Pertambangan 20 (tahun) 2 kali 10 (tahun),” ungkap Bambang, Kamis (12/3).   UU Minerba yang menjadi salah satu landasan perpanjangan, saat ini sedang dalam proses revisi. Pengesahannya menunggu pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.   Di saat bersamaan, Pemerintah juga memberi kepastian perpanjangan bagi PKP2B melalui Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja yang menjadi satu paket dalam Omnibus Law.   Menurut Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Minerba, Irwandy Arif menyebutkan, meskipun revisi UU Minerba dan Omnibus Law belum disahkan, izin perpanjangan bagi PKP2B tetap dapat berjalan.   Alasannya, kata Irwandy, ketentuan perpanjangan sudah terangkum dalam aturan yang ada, yaitu pasal 169 dan 171 UU Minerba, kemudian pasal 112 Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014, dan mengacu pada isi kontrak PKP2B, baik yang asli atau yang diamandemen.   “Tanpa menunggu Omnibus Law dan revisi UU Minerba, (perpanjangan) ini sudah bisa jalan. Bagaimana nanti bentuknya itu tergantung para ahli hukum,” tegas Irwandy.  

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG – PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin