Soal Kecurangan LPG 3 Kg, Komisi VII Minta Pertamina Bentuk Lembaga Pengaudit SPBE

Pertamina SPBE
Ilustrasi.

Jakarta, TAMBANG – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ramson Siagian meminta PT Pertamina (Persero) membentuk satu lembaga khusus untuk mengaudit seluruh SPBE. Hal ini imbas adanya praktik pengurangan volume LPG subsidi 3 kilogram (Kg) yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Pertamina perlu membentuk satu unit khusus untuk mengaudit seluruh SPBE-SPBE,” ungkap Ramson dalam RDP Komisi VII DPR RI bersama Direktur Utama Pertamina di Jakarta, Selasa (28/5).

Menurut dia, pembentukan unit tersebut tidak terlalu sulit untuk perusahaan sekelas Pertamina yang keuntungannya cukup besar. Ini perlu dilakukan untuk menjamin kepentingan rakyat kecil yang menggunakan gas subsidi.

“Ini kan Pertamina keuntungannya cukup besar, disisihkan sedikit (keuntungannya) untuk membentuk satu unit oleh Direktur SDM. Bisa mengkalkulasi, cost-nya berapa tambahnya. Tetapi terjamin kepentingan rakyat kecil,” beber Ramson.

Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra ini menjelaskan nantinya lembaga audit ini bekerja secara reguler dengan kebijakan sanksi diserahkan kepada Pertamina sendiri.

“(Unit ini beroperasi secara) regular, soal sanksi kita serahkan ke Pertamina. Rakyat untuk beli 3 kg sudah susah,” imbuh dia.

Sebelumnya, praktik culas ini diketahui Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan di beberapa daerah seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Purwakarta, Cimahi, dan DKI Jakarta.

Menurut Zulkifli Hasan, tabung gas LPG yang seharusnya berisi 3 kg berkurang secara signifikan. Beratnya bisa mencapai 2.800 gram hingga 2.300 gram.

Menanggapi hal ini, Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo sebelumnya telah memberikan sanksi teguran kepada 12 SPBE yang pada pemeriksaaan disinyalir melakukan praktik curang tersebut.

“Pemberian sanksi berupa surat teguran dimaksudkan agar para pengusaha SPBE segera menindaklanjuti temuan-temuan hasil pemeriksaan jika tidak dilakukan perubahan, maka akan diberikan sanksi yang lebih berat dan tidak menutup kemungkinan pencabutan izin usaha jika kesalahan terus dilakukan,” ujar Mars Ega.

Sementara, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga (PKTN), Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang menyampaikan sanksi yang diberikan berupa teguran tertulis terlebih dahulu ini dapat berkembang hingga pencabutan izin usaha.

“Sanksinya berupa sanksi administratif. Kita berikan teguran tertulis terlebih dahulu. Nanti kalau tidak ditindaklanjuti, sanksinya dapat berkembang hingga mengakibatkan pencabutan perizinan berusaha,” ujar dia.

Artikel Terkait

Minerba Convex 2026 Resmi Dibuka, Dorong Hilirisasi Berkeadilan dan Manfaat Tambang untuk Daerah

Minerba Convex 2026 Resmi Dibuka, Dorong Hilirisasi Berkeadilan dan Manfaat Tambang untuk Daerah

Jakarta, Senin, 2 November 2026 – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia resmi membuka pagelaran Minerba Convex 2026 di JIExpo, Kemayoran Jakarta, Senin (2/10). Dalam kesempatan tersebut, Menko Bahlil menegaskan bahwa hilirisasi harus dijalankan dengan prinsip keadilan. Menurutnya, hilirisasi tidak

By Rian Wahyuddin
Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Jakarta, TAMBANG - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Kasmari (63 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang saat ini tengah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin. Penyakit

By Rian Wahyuddin
Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Jakarta,TAMBANG,- Kinerja moncer berhasil dibukukan perusahaan kontraktor tambang, PT Samindo Resources Tbk (“Perseroan”). Emiten berkode MYOH ini berhasil membukukan akselerasi kinerja operasional dan lonjakan profitabilitas yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan. Perusahaan mencatat kinerja

By Egenius Soda
Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin