Soal 14 Pelabuhan Batu Bara, INSA Merasa Tak Pernah Dilibatkan

Soal 14 Pelabuhan Batu Bara, INSA Merasa Tak Pernah Dilibatkan
Jakarta-TAMBANG. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus mengklaim terus melakukan perbaikan tata niaga batu bara. Salah satu cara yang didengungkan sejak tahun lalu ialah pengembangan pelabuhan khusus perdagangan batu bara untuk mengurangi resiko kebocoran pembayaran royalti dan juga pajak. Kementerian ESDM menggandeng Kementerian Perhubungan sebagai mitra utamanya.   Pelabuhan khusus itu berjumlah 14 yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Untuk wilayah Kalimantan pelabuhan akan tersebar di wilayah Kalimantan Timur, Balikpapan Bay, Adang Bay, Berau dan Maliy, Kalimantan Selatan, Tobaneo, Pulau Laut, Sungai Danau dan Batu Licin. Sementara untuk Sumatera mencakup Aceh, Padang Bay, Riau Bay, Jambi Bay, Bengkulu Port, Tanjung Api-Api dan Tarahan.   Terkait hal ini, Ketua Umum Indonesia National Shipowners Association (INSA), Carmelita justru tidak tahu banyak karena merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaannya. Namun ia memberikan saran kepada pemerintah supaya lokasi pelabuhan dipilih dengan mempertimbangkan kualitas ombak.   Apabila ombak terlalu tinggi, kapal besar akan sulit masuk. Selain itu penting juga membangun infrastruktur di pelabuhan seperti alat bongkar muat. “Nah itu juga tergantung berapa besar kapasitas pembangkitya. Kalau kecil buat apa kapal besar masuk, pakai tongkang saja sudah bisa,” kata Carmelita, Jumat (29/5)   Pada tahap eksekusi, Carmelita menegaskan bahwa pihaknya mendorong Presiden Joko Widodo untuk mempercayakan rencana pembangunan itu kepada Kementerian Perhubungan. Lembaga itu dianggap lebih memahami masalah karena seringkali duduk bersama dengan pelaku industri logistik dan pelayaran.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda