SKK Migas Hitung Pasokan Gas WJD

SKK Migas Hitung Pasokan Gas WJD
(ka-Ki) Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, Direktur Hilir Ditjen Migas KESDM Harya Adityawrman, Sekretaris SKK Migas Arief Handoko, saat konferensi pers di Kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (6/2)
Jakarta, TAMBANG – Satuan Kerja Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mulai menghitung kebutuhan pasokan gas untuk Wilayah Jaringan Distribusi (WJD)   Sekretaris SKK Migas, Arief Handoko, mengatakan, pihaknya sedang melakukan kajian dengan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas dalam hal kebutuhan gas di masing-masing WJD.   “SKK Migas memastikan source (sumber) gas yang bisa mengalir di jaringan yang akan dibangun,” kata Arief Handoko, usai rapat di Kantor BPH Migas, Senin (6/2).   Saat ini BPH Migas sedang melakukan revisi aturan mengenai penataan WJD di seluruh Indonesia. Revisi tersebut sesuai dengan mandat yang tertuang dalam aturan baru dari Kementerian ESDM, yaitu Peraturan Menteri (Permen) Nomor 40 tahun 2018 tentang Pengusahaan Gas Bumi Pada Kegiatan Usaha Hilir Migas. Bila revisinya rampung, maka WJD akan segera dilelang.   Hal ini juga dibenarkan oleh Direktur Hilir Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Harya Adityawarman. Menurutnya, penataan WJD perlu dilakukan guna memberikan kepastian niaga bagi para pelaku usaha yang memenangkan lelang WJD.   “Manakala itu nanti pemenang WJD akan otomatis mendapatkan niaga tertentu, dan otomatis pemerintah menjamin pasokannya,” kata direktur dengan nama karib Didit itu.   Didit  menambahkan, WJD akan meliputi wilayah administrasi seperti kabupaten, kota, ataupun kecamatan.   “Tergantung BPH Migas nanti mau gimana,” tutupnya. (muflihun hidayat)

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin