Seriusi Proyek Hilirisasi Batu Bara, PTBA Bidik Kerja Sama dengan Perusahaan China

Produksi batu bara PTBA
Sumber: PTBA.

Jakarta, TAMBANG – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah melakukan penjajakan serius dengan perusahaan asal China, East China Engineering Science and Technology Co., Ltd untuk proyek hilirisasi batu bara berupa dimethyl ether (DME). Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail.

“Kami lihat di Cina memang ada beberapa perusahaan yang memproduksi DME. Dari yang beberapa itu yang serius sekarang ini namanya East China Engineering Science and Technology Co., Ltd (ECEC). Di samping kami akan berbicara mengenai keekonomiannya,” ungkap Arsal, dikutip Rabu (13/3).

Dinukil dari lama resminya, ECEC berlokasi di Hefei, Anhui, Tiongkok dan berafiliasi dengan China National Chemical Engineering Group Corporation Ltd yang berada langsung di bawah Pengawasan Aset Milik Negara dan Komisi Administrasi Dewan Negara Tiongkok.

ECEC mengkhususkan diri dalam bidang Research and Development, konsultasi, desain teknik, pengadaan, manajemen konstruksi, instruksi startup, pengawasan proyek, kontrak umum, manajemen PMC, operasi dan layanan konstruksi proyek lainnya di industri kimia. Kemudian industri petrokimia, material baru, energi baru, perlindungan lingkungan ekologis, infrastruktur, biomedis dan bidang lainnya.

Selepas kepergian Air Product, sejumlah perusahaan batu bara dalam negeri memang gencar mencari mitra baru untuk melanjutkan proyek hilirisasi terutama dari Tiongkok.

Arsal lalu menjelaskan, proyek hilirisasi batu bara yang akan dilakukan PTBA tidak hanya DME, tapi juga bakal merambah ke metanol dan etanol. Ini tidak lepas dari komitmennya dalam mendukung program yang dicanangkan pemerintah itu demi peningkatan nilai tambah.

“Jadi PTBA tetap berkomitmen mendukung hilirisasi yang dilakukan atau diprogramkan oleh pemerintah. Kami fokus tidak hanya ke DME, tapi juga pada turunan-turunan seperti metanol dan etanol, ini Kami juga sedang melakukan kajian,” ucap dia.

Di waktu bersamaan, perusahaan tambang batu bara milik negara ini juga gencar melakukan kajian mendalam terkait gasifikasi dengan sejumlah lembaga seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (Brin) dan kampus-kampus.

“Kerja sama dengan berbagai pihak dijalin untuk mendorong peningkatan nilai tambah batu bara di antaranya melalui kolaborasi brin dan berbagai perguruan tinggi,” ucap Arsal.

“Perusahaan telah menyediakan lahan untuk pembangunan industri hilirisasi yang bekerja sama dengan mitra potensial. Selain itu PTBA telah mengalokasikan cadangan batu bara khusus untuk proyek hilirisasi sehingga kebutuhan batu bara untuk industri hilirisasi dapat terjamin,” pungkas Arsal.

Artikel Terkait

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Jakarta,TAMBANG,- Sektor pertambangan Indonesia diperkirakan masih akan mengalami dinamika. Secara keseluruhan tahun 2026 sektor ini akan mengalami tekanan baik dari internal yakni dalam negeri maupun situasi gobal. Tenaga Ahli Profesional Kekayaan Alam, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) menjelaskan sektor tambang akan mengalami koreksi di paruh pertama tahun ini. Kemudian

By Egenius Soda
Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan, energi, konstruksi, hingga migas sedang menghadapi sejumlah tantangan operasional. Di tengah kebutuhan produksi yang tinggi, perusahaan juga dituntut untuk menjaga efisiensi, mengurangi downtime, dan memastikan alat berat tetap bekerja secara optimal. Salah satu faktor yang sering luput diperhatikan adalah kualitas bahan bakar. Dalam penggunaan mesin

By Egenius Soda