Sepuluh Prioritas Utama HR Industri Migas Menurut Mercer

Bahlil Migas
Ilustrasi

Jakarta, TAMBANG – Transformasi sumber daya manusia di sektor minyak dan gas (migas) memasuki fase strategis di tengah tekanan dekarbonisasi, disrupsi teknologi, dan ketatnya kompetisi talenta. Laporan Mercer Global Talent Trends menempatkan peningkatan kemampuan manajer lini dan pengalaman karyawan sebagai dua prioritas tertinggi perusahaan migas dalam mengelola tenaga kerja.

Prioritas pertama, yang dipilih oleh 69% responden, adalah memfokuskan upaya pada peningkatan kapabilitas manajer. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kepemimpinan di lapangan, memastikan keselamatan kerja, dan menjaga semangat tim di tengah perubahan struktur organisasi.

Prioritas kedua adalah peningkatan pengalaman karyawan dan employer value proposition (EVP) untuk menarik dan mempertahankan tenaga kerja terbaik, dipilih oleh 65% responden.

Di posisi ketiga, 61% perusahaan migas menempatkan desain proses SDM berbasis keterampilan atau skills-based organization sebagai agenda utama. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengidentifikasi kemampuan inti seperti HSSE, reliability, hingga data analytics, serta mempercepat upskilling menuju proyek-proyek energi baru terbarukan. Transformasi ini juga mendorong HR untuk mengaitkan struktur karier dan kompensasi dengan bukti keterampilan, bukan hanya jabatan formal.

Keempat, 52% responden menyoroti implementasi atau optimalisasi teknologi HR sebagai prioritas keempat. Digitalisasi fungsi HR mencakup otomasi administrasi, people analytics, dan platform keterlibatan karyawan untuk meningkatkan efisiensi proses dan transparansi data tenaga kerja.
Lalu kelima, diikuti oleh 50% perusahaan yang berfokus pada peningkatan kapabilitas analitik SDM, sebagai fondasi pengambilan keputusan berbasis data, dari perencanaan tenaga kerja hingga manajemen performa.

Prioritas keenam adalah optimalisasi model layanan HR (48%), yang mengarah pada efisiensi fungsi back-office dan integrasi sistem. Di urutan ketujuh, 46% responden menyoroti perbaikan perencanaan tenaga kerja untuk mendukung strategi rekrutmen, pelatihan, dan mobilitas internal secara lebih dinamis.

Ketujuh, meski beroperasi di sektor dengan tingkat kehadiran lapangan tinggi, 32% perusahaan migas mulai menawarkan pengaturan kerja fleksibel, khususnya untuk posisi nonoperasional. Hal ini menandai pergeseran bertahap menuju model kerja yang lebih adaptif di tengah tekanan pasar tenaga kerja global.

Dua prioritas terakhir mencerminkan upaya modernisasi sistem kompensasi dan inklusivitas. Kedelapan, 30% responden menempatkan peningkatan praktik pembayaran atau pay practices sebagai fokus, dan kesembilan, 28% lainnya menyoroti implementasi target diversity, equity, and inclusion (DEI), termasuk transparansi dan kesetaraan upah.

Secara keseluruhan, Mercer menilai sektor migas berada di titik penting untuk menyeimbangkan inovasi teknologi dengan penguatan dimensi manusia. Organisasi di sektor energi perlu mengelola produktivitas berbasis manusia, memperkuat keterampilan baru, dan membangun kepercayaan lintas generasi agar siap menghadapi transisi energi.

Dengan kombinasi tantangan operasional dan perubahan arah industri global, strategi HR di sektor migas tidak lagi sekadar administratif, tetapi menjadi fondasi bagi transformasi bisnis yang berkelanjutan.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin
Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan. Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri. Memasuki rangkaian

By Rian Wahyuddin
XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

Jakarta, TAMBANG – XCMG Group Indonesia memperkuat ekspansi dan ekosistem industrinya di Indonesia melalui kehadiran solusi alat berat energi baru sekaligus platform pembiayaan ABC Multifinance dalam ajang Mining Indonesia 2026 di Jakarta. Mengusung tema “New Power, New Future”, XCMG menampilkan berbagai solusi hijau terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan,

By Rian Wahyuddin