Sepuluh PKP2B Turunkan Produksi Batu Bara

Sepuluh PKP2B Turunkan Produksi Batu Bara
Jakarta-TAMBANG. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sebanyak sepuluh perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) menurunkan produksi 2015.   Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM, Adhi Wibowo mengaku pihaknya masih melakukan evaluasi usulan tersebut. Namun ia menegaskan, pengurangan produksi itu tidak akan memengaruhi target penerimaan negara dari sektor pertambangan. Penegasan itu dia sampaikan agar kebutuhan batubara untuk pembangkit listrik maupun kalangan industri tercukupi hingga akhir tahun.   “Saya minta DMO (domestic market obligation) tidak boleh terganggu. Kalau mau ya kuota ekspor batu baranya jangan DMO,” tegasnya.   Sayangnya, ia tidak menyebutkan nama kesepuluh PKP2B yang mengajukan pengurangan produksi. Adhi hanya menuturkan penurunan produksi dari PKP2B itu tidak signifikan. “Ada sekitar sepuluh PKP2B mengajukan penurunan. Secara prinsip kami mengerti usulan itu dengan situasi rendahnya harga batu bara,” kata Adhi kepada wartawan, Senin (18/5).   Alasan kesepuluh PKP2B mengurangi produksinya itu, lanjut Adhi, sebagai salah satu upaya untuk bertahan selagi harga batu bara yang sedang merosot. Dalam lima tahun terakhir, harga batu bara berada di level terendah. Bulan ini, harga batu bara acuan (HBA) yang ditetapkan ESDM sebesar US$ 61,08.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda