Sembilan Perusahaan Raih Proper Emas

Sembilan Perusahaan Raih Proper Emas

Jakarta-TAMBANG. Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) kembali di gelar pada tahun ini. Berdasarkan evaluasi Tim Teknis dan pertimbangan Dewan Pertimbangan PROPER, ada sembilan perusahaan yang berhak membawa pulang trofi PROPER Emas. Penganugerahan akan dilakukan malam nanti, Selasa (02/12) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sembilan perusahaan yang meraih Proper Emas tersebut yaitu:

PT Badak NGL

Star Energy Geothermal Wayang Windu Limited

PT Holcim Indonesia Tbk Pabrik Cilacap

PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Rewulu

PT Pertamina Geothermal Energy (Pge) Area Kamojang

PT Bukit Asam (Persero) Tbk

PT Medco E&P Indonesia - Rimau Asset

PT Bio Farma (Persero)

PT Pertamina Aviasi Regional III DPPU Ngurah Rai

Hasil penilaian PROPER tahun ini adalah: Peringkat Emas 9 perusahaan, Peringkat Hijau 121 perusahaan, Peringkat Biru 1224 perusahaan, Peringkat Merah 516 perusahaan, Peringkat Hitam 21 perusahaan.

Pada PROPER periode 2013-1014 ini diikuti sebanyak 1908 perusahaan, 213 perusahaan diawasi langsung oleh Pengawas PROPER Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), 601 Peringkat PROPER 2013-2014 perusahaan diawasi oleh KLH melalui mekanisme Penilaian Mandiri dan 57% atau 1094 perusahaan diawasi oleh Pengawas PROPER Provinsi.

Dari 1908 perusahaan ada yang diawasi, sebanyak 17 perusahaan tidak diumumkan peringkatnya karena sedang diarahkan ke penegakan hukum sebanyak 8 perusahaan, 2 perusahaan tidak beroperasi lagi, 3 perusahaan dalam tahap komisioning, dan 4 perusahaan tutup.

Tingkat ketaatan perusahaan mengalami peningkatan sebesar 4% dibanding tahun sebelumnya, yakni mencapai 72%. Jumlah perusahaan peserta PROPER pun turut mengalami peningkatan sebesar 6%dibanding tahun sebelumnya.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda