Sektor Tambang, Pasar Terbesar Kedua Mitsubishi Triton

Sektor Tambang, Pasar Terbesar Kedua Mitsubishi Triton
Mitsubishi Triton
Bangkok, TAMBANG – Salah satu produk Mitsubishi yang mendapat respon pasar positif adalah Mitsubishi Triton 4 x4. Mobil yang menyasar segmen light comercial vehicle (LCV) banyak diminati konsumen khusus di sektor pertambangan, minyak dan gas serta perkebunan.   Head of Sales & Marketing Group PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia, Imam Choeru Cahya, memastikan, Mitsubishi Triton dalam beberapa tahun ini menempati posisi teratas untuk pasar di kelasnya dengan menguasai lebih dari 60 persen pangsa pasar.   “Bahkan menjadi market leader sudah sejak tahun 2009. Namanya waktu itu masih Strada Triton,” terang Imam kepada tambang.co.id di Bangkok, Thailand, Kamis (8/11).   Imam menyebutkan, pada tahun 2016 Mitsubishi Triton 4×4 menguasai pangsa pasar sebesar 52,6 persen. Kemudian  pada 2017 meningkat menjadi 59,3 persen dan tahun 2018 sudah meningkat menjadi 64,2 persen.   “Triton ini cukup bagus penerimaannya di Indonesia. Itu dibuktikan dengan market share yang setiap tahunnya terus meningkat dimulai dari 2016 hingga 2018,” terang Imam di Bangkok, Thailand.   Imam menjelaskan, dalam sebulan pihaknya menjual kurang lebih 1.000 unit Triton. Dimana pasar terbesarnya adalah perkebunan, pertambangan, minyak dan gas dan konstruksi.   “Sektor pertambangan menguasai 32 persen. Sektor perkebunan menguasai 34 persen. Sektor minyak dan gas menguasai 14 persen dan sektor konstruksi menguasai 11 persen,” lanjut Imam.   Untuk sektor tambang menurut Imam, yang paling banyak menggunakan adalah pertambangan batu bara.   “Di tambang mineral memang ada tetapi tidak sebanyak di pertambangan batu bara,” ujar Imam. Dalam kesempatan itu, Imam juga menjelaskan bahwa ada sejarah yang cukup panjang terkait kehadiran Mitsubishi Triton 4×4 di pasar Indonesia. Dimulai tahun 2002 dengan mengusung nama L200. Lalu pada 2009 namanya berubah menjadi Strada Triton. Pada 2015 awalan Strada dilepas dan Mitsubishi Triton menjadi nama global.   “Dan sekarang setidaknya kami memetik hasilnya. Konsumen semakin yakin akan manfaat dari Mitsubishi Triton ini. Istilahnya sekarang ini kami petik buahnya,” tambah Imam.   Pada 9 November 2018, Mitsubishi bakal merilis generasi terbaru dari Mitsubishi Triton. Peluncuran dilakukan di Thailand yang tak lain negara yang menjadi basis produksi Mitsubishi Triton.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda